Mengenal Taman Nasional Tesso Nilo yang Dibahas Harrison Ford dan Zulhas 12 Tahun Lalu

Taman Nasional Tesso Nilo, tesso nilo riau, taman nasional tesso nilo kabupaten pelalawan riau, Mengenal Taman Nasional Tesso Nilo yang Dibahas Harrison Ford dan Zulhas 12 Tahun Lalu

Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) di Pelalawan, Riau menjadi sorotan publik setelah dikabarkan bahwa 85 persen wilayahnya berubah menjadi perkebunan sawit.

Bahkan, cuplikan video percakapan antara aktor Hollywood Harrison Ford dan Menteri Kehutanan (2009-2014) Zulkifli Hasan tentang kerusakan hutan di Indonesia kembali muncul.

Video tersebut diambil sekitar tahun 2013 ketika Harrison Ford terlibat pembuatan serial TV dokumenter tentang kerusakan alam berjudul "Years of Living Dangerously".

Dalam tayangan yang diunggah di akun YouTube The Years Project, Ford melihat langsung kondisi kerusakan hutan di Indonesia dari helikopter, termasuk kawasan Tesso Nilo.

Dalam salah satu kutipan percakapan tersebut, Ford menyayangkan terkait kondisi yang terjadi di Taman Nasional Tesso Nilo.

“Hanya tersisa 18 persen. Kami melihat ada jalan-jalan baru, jalan ilegal, hutan ditebang, pohon-pohon tumbang, terbakar di mana-mana. Ini sangat menyedihkan, sangat memilukan melihatnya,” kata Ford dikutip dari , Minggu (30/11/2025).

Profil Taman Nasional Tesso Nilo

Hutan Tesso Nilo merupakan hutan hujan tropika dataran rendah (lowland tropical rain forest) yang tersisa di Sumatera saat ini.

Taman Nasional Tesso Nilo terletak di Provinsi Riau dan terbentang di empat Kabupaten yaitu, Pelalawan, Indragiri Hulu, Kuantan Singingi, dan Kampar.

Kawasan hutan Tesso Nilo menjadi perwakilan ekosistem transisi dataran tinggi dan rendah yang memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi.

Tesso Nilo memiliki luas mencapai 38.576 hektar yang kemudian diperluas menjadi 83.068 pada tahun 2009. Ini menjadikannya salah satu bentang alam terpenting di Indonesia.

Pada 19 Juli 2024, Tesso Nilo ditetapkan sebagai Taman Nasional oleh Menteri Kehutanan melalui KepMenHut No. 255/Menhut-II/2004

Flora di Taman Nasional Tesso Nilo

Taman Nasional Tesso Nilo, tesso nilo riau, taman nasional tesso nilo kabupaten pelalawan riau, Mengenal Taman Nasional Tesso Nilo yang Dibahas Harrison Ford dan Zulhas 12 Tahun Lalu

Sekelompok gajah sumatera menikmati air di tepian sungai dalam kawasan Tesso Nilo, habitat penting yang kini kian terhimpit oleh pembukaan lahan.

Berdasarkan penelitian LIPI dan WWF Indonesia pada 2003, pada petak berukuran 1 hektar, ditemukan 360 jenis flora yang tergolong dalam 165 marga dan 57 suku dengan rincian jumlah jenis pohon 215 jenis dan anak pohon 305 jenis.

Bahkan Tesso Nilo juga disebut-sebut sebagai hutan yang terkaya keanekaragaman hayatinya di dunia dengan ditemukannya 218 jenis tumbuhan vascular (berpembuluh) di petak seluas 200 meter kuadrat.

Secara umum kondisi habitat di kawasan ini cukup baik dengan penutupan vegetasi lebih dari 90 persen.

Beberapa jenis tumbuhan yang ada di Tesso Nilo merupakan jenis yang terancam punah dan masuk dalam data red list Badan Pengelola Konservasi Alam (IUCN).

Kawasan hutan Tesso Nilo juga ditemukan tidak kurang dari 83 jenis tumbuhan yang dimanfaatkan masyarakat sebagai bahan obat dan 4 jenis tumbuhan untuk racun ikan.

Jenis tumbuhan obat dan bahan racun tersebut terdiri dari 80 marga yang termasuk 48 suku dan dapat dimanfaatkan untuk mengatasi sekitar 38 penyakit.

Fauna di Taman Nasional Tesso Nilo

Kawasan taman nasional Tesso Nilo yang mempunyai daerah basah dan kering memungkinkan untuk berkembangnya kehidupan satwa liar, termasuk gajah Sumatera dan harimau.

Kawasan Tesso Nilo memiliki indeks keanekaragaman mamalia yang tinggi yakni 3,696; dijumpai 23 jenis mamalia dan dicatat sebanyak 18 jenis berstatus dilindungi dan 16 jenis termasuk rawan punah menurut IUCN.

Untuk burung, tercatat 114 jenis burung dari 28 famili. Total jenis burung yang ditemukan tersebut merupakan 29 persen dari total jenis burung di Pulau Sumatera yaitu 397 jenis.

Ada juga beragam jenis ikan yang ditemukan di kawasan Tesso Nilo yakni sebanyak 50 jenis yang mewakili 31 genera, 16 suku dan 4 ordo di Sungai Sawan, Sangkalalo, dan Mamahan.

Jumlah ini mencapai 18 persen dari jumlah jenis ikan yang ada di Pulau Sumatera yaitu sebanyak 272 jenis.

Kelompok herpetofauna terdiri dari 33 jenis yang dibedakan lagi menjadi 15 jenis reptilia yaitu 8 jenis ular, 2 jenis londok/bunglon, 2 jenis cicak terbang, 2 jenis buaya air tawar dan 1 jenis bulus/labi-labi.

Delapan belas jenis fauna lainnya dari amfibia hingga beberapa jenis serangga yang terdapat di hutan Tesso Nilo.

Sumber:

Tropical Forest Conservation Action­-Sumatra

WWF-Indonesia Program Riau

Kompas.com/Dian Maharani

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang