Keanekaragaman Hayati Taman Nasional Tesso Nilo, Termasuk yang Terkaya di Dunia
Hutan Tesso Nilo merupakan hutan hujan tropika dataran rendah (lowland tropical rain forest) berada di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.
Pada 19 Juli 2024, Tesso Nilo ditetapkan sebagai Taman Nasional oleh Menteri Kehutanan melalui KepMenHut No. 255/Menhut-II/2004
Kawasan hutan Tesso Nilo menjadi perwakilan ekosistem transisi dataran tinggi dan rendah yang memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi.
Keanekaragaman hayat adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan beragamnya kehidupan di Bumi.
Secara sederhana, keanekaragaman hayati dapat digunakan secara lebih spesifik untuk merujuk pada semua spesies dalam satu kawasan atau ekosistem.
Taman Nasional Tesso Nilo termasuk sebagai salah satu hutan yang terkaya keanekaragaman hayatinya di dunia.
Namun, ada sejumlah ancaman yang nyata terhadap kawasan hutan Tesso Nilo, termasuk pembalakan liar dan penjarahan lahan.
Selain itu, degradasi hutan Tesso Nilo yang terus menerus dapat mengancam kekayaan hayati yang dikandungnya.
Daftar flora di Taman Nasional Tesso Nilo
Lanskap Taman Nasional Tesso Nilo.
Menurut penelitian LIPI dan WWF Indonesia pada 2003, pada petak berukuran 1 hektar, ditemukan 360 jenis flora yang tergolong dalam 165 marga dan 57 suku.
Bahkan Center for Biodiversity Management dari Australia menyebut Tesso Nilo sebagai hutan yang terkaya keanekaragaman hayatinya di dunia pada 2001.
Itu karena ditemukan 218 jenis tumbuhan vascular (berpembuluh) di petak seluas 200 meter kuadrat. Secara umum kondisi habitat di kawasan ini cukup baik dengan penutupan vegetasi lebih dari 90 persen.
Beberapa jenis tumbuhan yang ada di Tesso Nilo merupakan jenis yang terancam punah dan masuk dalam daftar merah Badan Pengelola Konservasi Alam (IUCN), antara lain:
- Kayu Batu (Irvingia malayana)
- Kempas (Koompasia malaccensis)
- Jelutung (Dyera polyphylla)
- Kulim (Scorodocarpus borneensis)
- Tembesu (Fagraea fragrans)
- Gaharu (Aquilaria malaccensis)
- Ramin (Gonystylus bancanus)
- Keranji (Dialium spp.)
- Meranti-merantian (Shorea spp.)
- Keruing (Dipterocarpus spp.)
- Sindora leiocarpa
- Sindora velutina
- Sindora Brugemanii
- Beberapa jenis durian (Durio spp.)
- Beberapa jenis Aglaia spp.
Di kawasan hutan Tesso Nilo juga ditemukan tidak kurang dari 83 jenis tumbuhan yang dimanfaatkan masyarakat sebagai bahan obat dan 4 jenis tumbuhan untuk racun ikan.
Jenis tumbuhan obat dan bahan racun tersebut terdiri dari 80 marga yang termasuk 48 suku dan dapat dimanfaatkan untuk mengatasi sekitar 38 penyakit.
Tanaman obat yang terpenting yaitu jenis pagago (Centella asiatica) dan patalo bumi (Eurycoma longifolia).
Daftar fauna di Taman Nasional Tesso Nilo
Anak gajah yang lahir dari induk gajah Lisa di kawasan TNTN, Kabupaten Pelalawan, Riau, Kamis (31/8/2023).
Kawasan hutan Tesso Nilo mempunyai daerah yang basah dan kering sehingga memungkinkan untuk berkembangnya kehidupan satwa liar, termasuk gajah Sumatera dan harimau.
1. Spesies mamalia
Kawasan Tesso Nilo memiliki indeks keanekaragaman mamalia yang tinggi yakni 3,696; dijumpai 34 jenis mamalia di mana 18 jenis berstatus dilindungi dan 16 jenis termasuk rawan punah menurut IUCN.
Daftar jenis mamalia di Taman Nasional yang dilindungi:
- Rusa sambar (Cervus unicolor)
- Kijang mencek (Muntiacus muntjak)
- Pelanduk kancil (Tragulus javanicus)
- Pelanduk napu (Tragulus napu)
- Tapir cipan (Tapirus indicus)
- Gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus)
- Trenggiling peusing (Manis javanica)
- Beruang madu (Helarctos malayanus)
- Berang-berang (Lutrogale perspiciliata)
- Macan dahan (Neofelis nebulosa)
- Harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae)
- Kucing kuwuk (Prionailurus bengalensis)
- Kucing emas (Prionailurus planiceps)
- Binturung muntu (Arctictis binturong)
- Landak sumatera (Hystrix brachyura)
- Lutung budeng (Trachypithecus auratus)
- Owa (Hylobates agilis).
2. Spesies burung
Untuk burung, tercatat 114 jenis burung dari 28 famili, merupakan 29 persen dari total jenis burung di Pulau Sumatera yaitu 397 jenis.
Beberapa jenis burung yang langka dan atau dilindungi antara lain:
- Elang ular bido (Spilornis cheela)
- Alap-alap capung (Microchierax fringillarius)
- Kuau (Argusianus argus)
- Raja udang punggung merah (Ceyx rufidorsa)
- Cekakak batu (Lacedo pulchella)
- Cekakak China (Halcyon pileata)
- Julang jambul hitam (Aceros corrugatus)
- Enggang klihingan (Anorrhinus galeritus)
- Kangkareng hitam (Anthracoceros malayanus)
- Rangkong badak (Buceros rhinoceros)
- Rangkong papan (Buceros bicornis)
- Burung madu rimba (Hypogramma hypogrammicum)
- Pijantung kampung (Arachnothera crassirostris)
- Pijantung kecil (Arachnothera longirostra)
- Empuloh paruh kait (Setornis criniger).
Beberapa spesies burung di Taman Nasional Tesso Nilo yakni:
- Kipasan gunung (Rhipidura albicollis)
- Penyul (Rollulus rouloul)
- Ayam hutan (Gallus gallus)
- Sempidan (Lophura ignita)
- Punai lengguak (Treron curvirostra)
- Punai kecil (Treron olax)
- Punai bakau (Treron fulvicollis)
- Punai gagak (Ptilinopus jambu)
- Walik jambu (Chalcophaps indica)
- Perkutut (Geopelia striata)
- Nuri tanau (Psittinus cyanurus)
- Serindit (Loriculus galgulus)
- Betet ekor panjang (Psittacula longicauda)
- Beo Sumatera (Gracula religiosa).
3. Spesies ikan
Spesies ikan di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo sebanyak 50 jenis yang mewakili 31 genera, 16 suku dan 4 ordo di Sungai Sawan, Sangkalalo, dan Mamahan, yakni:
- Cyprinid (18 jenis)
- Bagridae (5 jenis)
- Belontidae (4 jenis)
- Siluridae (4 jenis)
- Akysidae (3 jenis)
- Channidae (3 jenis)
- Balitoridae(2 jenis)
- Mastacembelidae (2 jenis)
- Chacidae (1 jenis)
- Clariidae (1 jenis)
- Pristolepididae (1 jenis)
- Luciocephalidae (1 jenis)
- Belonidae (1 jenis)
- Hemirhampidae (1 jenis).
Jumlah tersebut mencapai 18 persen dari jumlah jenis ikan yang ada di Pulau Sumatera yaitu sebanyak 272 jenis.
4. Spesies serangga
Jenis-jenis serangga yang terdapat di hutan Taman Nasional Tesso Nilo yaitu:
- Kumbang (Coleoptera)
- Cocopet (Dermaptera)
- Lalat (Diptera)
- Kepik (Hemiptera)
- Tonggeret/Wereng (Homoptera)
- Lebah, tawon, semut (Hymenoptera)
- Laron (Isoptera)
- Kupu dan ngengat (Lepidoptera)
- Undur-undur (Neuroptera)
- Capung dan capung jarum (Odonata)
- Belalang, jangkrik, kecoa (Orthoptera).
5. Kelompok herpetofauna
Kelompok herpetofauna terdiri dari 33 jenis yang dibedakan lagi menjadi 15 jenis reptilia yaitu 8 jenis ular, 2 jenis londok/bunglon, 2 jenis cicak terbang, 2 jenis buaya air tawar dan 1 jenis bulus/labi-labi.
Delapan belas jenis lainnya dari amfibia yaitu 1 jenis katak serasah, 2 jenis kodok, 1 jenis katak percil, 1 jenis katak lekat dan 12 jenis katak (5 jenis katak, 1 jenis bancet dan 6 jenis kongkang) serta 1 jenis katak pohon.
Sumber:
Tropical Forest Conservation Action-Sumatra
WWF-Indonesia Program Riau
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang