Pemerintah Bagi-bagi Kripto, Insentif di Tengah Tingginya Inflasi

Bitcoin.
Bitcoin.

Di tengah lonjakan biaya hidup yang akibat tingginya inflasi di Amerika Serikat (AS), pemerintah mengambil langkah untuk memberikan insentif kepada warganya. Bukan berupa uang tunai atau bahan makanan, pemerintah AS membagikan bantuan dalam bentuk kripto, yaitu stablecoin USDC.

Insentif berupa kripto senilai US$12.000 akan diberikan kepada warga berpenghasilan rendah. Bukan sekadar respons cepat dari pemerintah AS, tetapi eksperimen besar untuk melihat apakah bantuan digital mampu memberikan ruang napas yang nyata di tengah tekanan ekonomi yang semakin berat. 

Inflasi di AS mencapai puncaknya pada tahun 2022, meski sudah mulai mereda tetapi biaya kebutuhan pokok tetap menekan banyak warga menjelang musim liburan. 

Data IHK terbaru mencatat harga-harga masih naik 3,0 persen secara year on year (yoy) pada September 2025 sementara inflasi inti bertahan di level 2,9 persen. Angka ini menunjukkan bahwa beban hidup belum benar-benar turun meskipun inflasi umum terlihat melandai.

Inflasi terkendali, stabilitas ekonomi tetap terjaga

Di kawasan metropolitan New York, Newark, dan Jersey City, tekanan biaya hidup bahkan terasa lebih berat. Harga sewa melonjak 4,0 persen hingga 4,7 persen dalam 12 bulan terakhir, dan IHK regional naik 3,2 persen. Tempat tinggal menjadi komponen terbesar yang menggerus anggaran rumah tangga, berdasarkan data Agustus dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS. 

Kondisi serupa juga terlihat pada harga pangan. Secara nasional, biaya bahan makanan meningkat 3,1 persen secara dibandingkan tahun sebelumnya dengan kategori daging, unggas, ikan, dan telur mencatat kenaikan tertinggi mencapai 5,2 persen.

Program ini diprakarsai organisasi nirlaba GiveDirectly dan didanai dari sisa kontribusi filantropi Coinbase. Setiap penerima memperoleh dua jenis bantuan, yakni uang  US$8.000 sebagai dana sekaligus dan US$800 per bulan selama lima bulan. Seluruh dana disalurkan melalui akun Coinbase, sehingga dapat ditarik, disimpan, atau dikonversi ke dolar.

GiveDirectly menjelaskan, kripto dipilih bukan karena tren melainkan efisiensi lantaran USDC memungkinkan pengiriman dana instan, biaya distribusi nyaris nol, serta fleksibilitas penggunaan baik melalui kartu debit maupun penarikan di ATM. Solusi ini juga mengatasi hambatan akses perbankan tradisional yang umum dialami warga berpenghasilan rendah.

“Banyak penelitian dalam pekerjaan internasional kami dan di AS menunjukkan bahwa dana sekaligus dapat memungkinkan orang untuk berinvestasi atau melakukan hal-hal yang mungkin berbiaya lebih tinggi,” ujar pemimpin program GiveDirectly, Emma Kelsey, dikutip dari The Street Roundtable pada Minggu, 7 Desember 2025.

Ia menambahkan, banyak warga AS lebih memilih bantuan sekaligus karena dapat digunakan untuk biaya besar seperti deposit rumah, pelatihan kerja, atau melunasi tunggakan. Sebelumnya, GiveDirectly telah menyalurkan lebih dari US$118,7 juta dalam setahun terakhir dan sejak 2009 telah menyalurkan lebih dari US$900 juta kepada 1,7 juta penerima di Afrika dan AS.