Awkarin Ngeluh Harga Lele Mahal di Australia, Banjir Kritik Netizen: Kan Inflasi Gegara Lu Juga!

Awkarin
Awkarin

 Influencer Karin Novilda atau yang lebih dikenal dengan nama Awkarin kembali menjadi perbincangan publik setelah unggahan terbarunya di media sosial memicu polemik. Kali ini, bukan karena aktivitas hiburan atau kampanye sosial yang dilakukannya, melainkan karena curhatan mengenai mahalnya harga makanan saat berada di Melbourne, Australia.

Awkarin membagikan pengalamannya ketika membeli menu ikan lele di sebuah tempat makan. Ia tampak terkejut dengan harga yang harus dibayarkan untuk satu porsi lele tanpa tambahan nasi maupun sambal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sambil memperlihatkan sisa makanan di piringnya, Awkarin melontarkan komentar yang kemudian ramai diperbincangkan warganet.

"Lihat, satu lele ini berapa harganya? Rp10 ribu? Tidak. Berapa harganya? 8 dolar. Ini namanya lele inflasi," kata Awkarin, mengutip video di Instagramnya, Senin 8 Juni 2026.

Keluhan tersebut berlanjut ketika ia membandingkan harga makanan di Australia dengan kemungkinan harga di negara lain.

"Satu lele 8 dollar, tanpa nasi tanpa cabe. Untung di sini masih pakai AUD, belum USD. Gue enggak tahu deh harga lele di Amerika berapa ya? 15 dollar kali satunya. Mau makan apa dia? Makan anj*ng," tambahnya.

Video itu dengan cepat menyebar di berbagai platform media sosial dan menuai beragam respons. Namun alih-alih mendapatkan simpati, banyak netizen justru melayangkan kritik pedas kepada selebgram berusia 28 tahun tersebut.

Sejumlah netizen mengaitkan keluhan Awkarin dengan sikap politiknya pada Pemilihan Presiden 2024. Diketahui, Awkarin termasuk salah satu figur publik yang secara terbuka menyatakan dukungannya kepada pasangan calon nomor urut 02 yang kemudian memenangkan kontestasi politik dan kini memimpin pemerintahan.

Kondisi tersebut membuat sebagian netizen menilai ada ironi dalam keluhan yang disampaikan Awkarin. Mereka menyoroti fakta bahwa sang influencer kini mengeluhkan harga makanan dan kondisi ekonomi, sementara sebelumnya mendukung pilihan politik yang menurut mereka berkaitan dengan situasi tersebut.

"Lah kan inflasi nya gara-gara lu juga rin coblos 02," kata netizen.

"Lagian lu backing 02, kocak sekarang malah complain," ujar netizen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Yikes, crazy how sekarang dirimu seenaknya cuci tangan after voting 02," timpal lainnya.

Perdebatan pun berkembang lebih luas, tidak lagi sekadar membahas harga makanan di Australia, tetapi juga mengenai kondisi ekonomi, inflasi, hingga nilai tukar rupiah yang belakangan menjadi sorotan publik.