Kronologi Lengkap Ledakan Kapal Federal II di Batam, 10 Pekerja Tewas, Belasan Luka Bakar

Batam, kapal tanker, PT ASL Shipyard, kapal federal, kapal federal meledak, kapal federal terbakar, Kronologi Lengkap Ledakan Kapal Federal II di Batam, 10 Pekerja Tewas, Belasan Luka Bakar, Ledakan di Dini Hari, Suasana Mencekam di Rumah Sakit, Dugaan Kelalaian dan Lemahnya Pengawasan K3, Penanganan Korban Masih Berlangsung

Ledakan dahsyat kembali mengguncang kawasan galangan kapal PT ASL Shipyard, Tanjunguncang, Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Rabu (15/10/2025) dini hari.

Kapal tanker MT Federal II terbakar sekitar pukul 04.00 WIB, menewaskan 10 pekerja dan melukai 18 orang lainnya.

Tragedi ini menjadi insiden kedua yang menimpa kapal yang sama, setelah kebakaran serupa pada 24 Juni 2025 yang merenggut empat nyawa.

Ledakan di Dini Hari

Menurut keterangan sejumlah saksi, kebakaran berawal saat para pekerja melakukan proses pemotongan (cutting) di bagian dalam tangki kapal. Saat itu, blower udara di dalam tangki tiba-tiba mati, menyebabkan asap dan uap minyak mentah tidak keluar dengan sempurna.

“Saat saya sedang di atas scaffolding mengganti nozzle alat, tiba-tiba hawa panas muncul dari bawah tangki disertai percikan api. Tak lama, ledakan keras terjadi,” tutur Reas, salah satu pekerja yang selamat.

Kobaran api langsung membesar dan menjalar cepat ke seluruh bagian dalam kapal. Pekerja yang berada di tangki panik berusaha menyelamatkan diri, namun sebagian tak sempat keluar.

Reas yang juga merupakan kerabat dari korban meninggal bernama Pane, mengaku masih trauma berat.

“Tuhan masih sayang sama aku, masih selamat, masih diberi napas kehidupan,” ucapnya lirih di RSUD Embung Fatimah, Batuaji.

Ia menuturkan, jika saat itu dirinya ikut berada di tangki, nasibnya mungkin tak berbeda dengan rekan-rekan yang lain.

“Nantilah bang, saya masih kurang fit,” katanya singkat sebelum meninggalkan kamar jenazah.

Suasana Mencekam di Rumah Sakit

Pantauan TribunBatam.id, suasana haru menyelimuti RS Mutiara Aini di kawasan Batuaji. Sejumlah keluarga korban tampak berdatangan dengan wajah cemas.

Seorang remaja pria histeris begitu tiba di rumah sakit. Ia berlari ke arah kamar jenazah sambil menangis dan berteriak memanggil ayahnya.

“Bapak... Bapak... Baleklaah, Pak. Aku nak tengok Bapakku, loh. Bapakku gak ada, ayok balek, pak,” teriaknya lirih.

Sang ayah diketahui merupakan salah satu pekerja di PT ASL Shipyard Tanjunguncang.

Beberapa pekerja lain datang masih mengenakan pakaian kerja penuh debu. Ada yang duduk di lantai menatap kosong ke arah ruang IGD, sementara tangisan kaum ibu terdengar dari arah kamar jenazah.

Dugaan Kelalaian dan Lemahnya Pengawasan K3

Tragedi di MT Federal II bukan kali pertama terjadi di proyek galangan PT ASL Shipyard. Dalam kurun empat bulan, kapal yang sama sudah dua kali terbakar.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kepulauan Riau, Diky Wijaya, menyebut pihaknya telah meninjau langsung lokasi kejadian bersama PPNS.

“Kalau sudah dua kali dengan proyek dan kapal yang sama, saya yakin ada kelalaian. Ini harus diusut tuntas — apakah karena K3-nya lemah, pengawasannya lemah, atau kontraktornya yang lalai,” tegas Diky.

Ia menilai, jumlah korban yang banyak membuat insiden ini layak disebut sebagai “bencana nasional” di sektor industri maritim.

Penanganan Korban Masih Berlangsung

Kapolda Kepulauan Riau Irjen Asep Safrudin mengonfirmasi, total korban mencapai 28 orang, terdiri atas 10 korban meninggal dunia dan 18 korban luka-luka. Dari jumlah itu, empat orang dirawat intensif di ruang ICU.

“Saat ini kami fokus pada penanganan korban dan penyelidikan penyebab pasti ledakan,” kata Asep.

Hingga Rabu sore, petugas masih melakukan penyisiran di lokasi galangan untuk memastikan tidak ada korban lain yang tertinggal di dalam kapal.

Ledakan di kapal MT Federal II menambah daftar panjang kecelakaan kerja di industri galangan kapal Batam. Lemahnya penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) disebut menjadi akar persoalan utama.

Sejumlah pekerja berharap perusahaan dan pemerintah lebih tegas menegakkan standar keselamatan agar tragedi serupa tak terulang lagi.

“Kami cuma ingin kerja aman, bisa pulang hidup-hidup ke rumah,” ujar salah satu pekerja subkontraktor yang enggan disebut namanya.

Sebagian Artikel ini telah tayang di TribunBatam.id dengan judul Usai 10 Orang Tewas, Disnaker Sebut Ledakan di Kapal Federal II PT ASL Sebagai Bencana Nasional

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.