Peneliti Ungkap Daftar Kota di Indonesia yang Hujannya Mengandung Mikroplastik, Mana Saja?

hujan mikroplastik, hujan mengandung mikroplastik, hujan tercemar mikroplastik, kota yang hujannya tercemar mikroplastik, Peneliti Ungkap Daftar Kota di Indonesia yang Hujannya Mengandung Mikroplastik, Mana Saja?, 1. Surabaya, 2. Solo dan Boyolali, 3. Semarang, 4. Malang

Daftar kota di Indonesia yang air hujannya tercemar mikroplastik terus bertambah.

Awalnya, dilaporkan bahwa Jakarta adalah kota besar pertama di Indonesia yang tetes hujannya tercemar mikroplastik.

Peneliti ahli utama di Pusat Riset Oseanografi BRIN, Muhammad Reza Cordova mengatakan bahwa air hujan di Jakarta memang telah terkontaminasi mikroplastik yang bersifat racun.

Temuan itu hasil penelitian yang pernah ia pimpin dan telah dipublikasikan dalam jurnal Science Direct pada Januari 2022.

“Saat itu saya menjadi peneliti utamanya,” kata Reza kepada , Senin (13/10/2025).

Studi yang dilakukan selama 12 bulan itu mendeteksi adanya partikel mikroplastik dalam tiap tetes air hujan yang jatuh di Ibu Kota.

Pengumpulan data dilakukan menggunakan rain gauge dan ombrometer, sebelum dianalisis melalui teknologi Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) untuk mengidentifikasi jenis polimer plastik yang terkandung dalam air hujan.

"Hasilnya menunjukkan laju deposisi mikroplastik di Jakarta mencapai 3 hingga 40 partikel per meter persegi per hari, dengan rata-rata 15 partikel,” ujar Reza.

Daftar kota di Indonesia yang hujannya tercemar mikroplastik

Reza juga membenarkan dugaan ada beberapa kota lain di Indonesia yang air hujannya sudah tercemar mikroplastik. Berikut beberapa di antaranya:

1. Surabaya

Terkait informasi terbaru yang menyebut air hujan di Surabaya mengandung mikroplastik, Reza menyatakan belum dapat memberikan penilaian ilmiah.

“Tanpa data yang terverifikasi di jurnal peer-reviewed, sulit untuk menjawab ini,” ujarnya.

Namun, ia menilai laporan komunitas lingkungan penting untuk diperhatikan.

“Yang pasti, kondisi dari report teman-teman Jejak dan Ecoton itu jadi alarm besar untuk kita,” tegasnya.

BRIN sendiri telah melakukan pengambilan sampel di 18 kota besar serta wilayah pesisir yang mewakili enam ekoregion Indonesia.

“Semua sampel dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku–Papua, dan Nusa Tenggara mengandung mikroplastik. Jadi udara yang kita hirup itu ada mikroplastiknya,” katanya.

2. Solo dan Boyolali

Dilansir dari (26/11/2025), air hujan di Solo dan Boyolali juga diketahui sudah tercemar mikroplastik.

Hasil pengamatan menunjukkan konsentrasi mikroplastik tertinggi berada di Jl. Slamet Riyadi, Kota Solo, dengan 125 partikel per liter.

Temuan itu merupakan hasil observasi Tim Microplastic Hunter dari Ecological Observation dan Wetland Conservation (Ecoton) Foundation di lima titik, yakni Jl. Kemuning Solo, Jl. Hassanudin Solo, Jl. Slamet Riyadi Solo, Jl. Tol Ngemplak Boyolali, dan satu titik kontrol dari kota lain.

Pendiri Ecoton Foundation, Prigi Arisandi mengatakan, kondisi ini sangat mengkhawatirkan.  

“Ini sangat mengkhawatirkan. Air hujan yang seharusnya bersih ternyata terkontaminasi mikroplastik,” tutur Prigi.

Menurut Prigi, fenomena hujan mikroplastik di Solo tidak lepas dari tiga faktor utama. Pertama, adalah pembakaran sampah terbuka, terutama plastik multilayer dan tekstil sintetis yang melepaskan serat ke atmosfer.

Lalu abrasi ban dan rem kendaraan bermotor, seiring padatnya arus lalu lintas di jalur Solo–Boyolali.

Terakhir, sampah plastik yang dibuang sembarangan, yang kemudian terurai dan terbawa ke udara serta air hujan.

3. Semarang

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengatakan, masalah mikroplastik sudah mencapai fase yang membutuhkan penanganan secara menyeluruh.

Hal tersebut dikatakan Agustina menyusul hasil observasi Ecoton Foundation yang menyebut bahwa air hujan di Semarang juga mengandung mikroplastik.

Dicukil dari , Jumat (5/12/2025), temuan mikroplastik diperoleh setelah Ecoton melakukan pengamatan hujan di atas Jalan MT Haryono pada Selasa (25/11/2025).

Ditemukan, sampel yang diuji mengandung mikroplastik sekitar 44 partikel yang terdiri dari 32 jenis fiber dan 11 jenis filamen.

“Mikroplastik adalah ancaman nyata. Oleh karena itu, seluruh instrumen kebijakan harus bergerak bersama untuk menjaga kualitas lingkungan hidup di Kota Semarang,” jelas Agustina.

4. Malang

Ecoton juga merilis informasi adanya fenomena air hujan yang terpapar mikroplastik di wilayah Kota Malang dan Kabupaten Malang.

Dilansir dari (24/11/2025), Manajer Divisi Edukasi Ecoton, Alaika Rahmatullah, mengatakan bahwa temuan adanya paparan mikroplastik pada air hujan itu berdasarkan penelitian dengan metode pengujian air hujan pada 7-9 November 2025.

Pengujian dilakukan di 5 kawasan Kota Malang dan Kabupaten Malang, yakni di Sudimoro, Kota Malang; Gadang, Kota Malang; Merjosari, Kota Malang; Singosari, Kabupaten Malang; dan Blimbing Kota Malang.

"Dari hasil pengujian menunjukkan bahwa kelima wilayah itu positif terkontaminasi mikroplastik," ungkapnya, Selasa (18/11/2025).

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang