Film 'Timur' Resmi Tayang Perdana, Iko Uwais Hadirkan Standar Baru Laga Indonesia

Film Timur resmi tayang perdana
Film Timur resmi tayang perdana

 Gala Premiere film Timur karya Iko Uwais berlangsung meriah di Epicentrum XXI Jakarta. Area bioskop yang disulap menyerupai Hutan Rimba Timur menjadi latar megah bagi penayangan perdana film laga-emosional yang digarap Uwais Pictures. Acara ini dihadiri para bintang dan tim produksi, mulai dari Iko Uwais, para produser, hingga para pemeran, serta sejumlah tamu kehormatan termasuk Wakil Gubernur Daerah Khusus Jakarta Rano Karno.

Iko Uwais tampil sebagai sutradara sekaligus aktor utama. Ia mengaku bangga bisa mempersembahkan karya yang menggabungkan kekuatan koreografi laga dan penceritaan yang menyentuh. “Setelah sekian lama berkarya di luar, saya bangga bisa kembali ke Indonesia dan akhirnya mengambil langkah baru sebagai sutradara,” kata Iko Uwais. Ia menyebut Timur sebagai momentum penting dalam upaya menghadirkan film aksi Indonesia yang mampu bersaing di pasar internasional.

Film ini bercerita tentang prajurit bernama Timur dan timnya yang berjuang menyelamatkan sekelompok peneliti yang diculik di tengah hutan lebat. Iko terinspirasi dari peristiwa Mapenduma pada 1996, menghadirkan kisah persaudaraan yang kuat serta dinamika emosi yang menjadi fondasi cerita.

Dukungan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI turut menambah kekuatan dalam produksi film ini. Kolaborasi tersebut disebut menjadi dorongan berarti bagi talenta lokal yang ingin membawa karya Indonesia ke level global. Dalam kesempatan ini, BNI juga memperkenalkan kartu TapCash edisi khusus Timur sebagai bagian dari rangkaian kolaborasi kreatif mereka.

Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan menyampaikan bahwa dukungan tersebut sejalan dengan komitmen perusahaan dalam memperkuat ekosistem industri kreatif nasional. Ia menegaskan pentingnya memberi ruang bagi sineas muda untuk berkembang dan membawa karya Indonesia ke kancah yang lebih luas.

Putrama menjelaskan bahwa film Tiimur sebagai medium yang kuat untuk mengangkat karya dan talenta dalam negeri. Kolaborasi ini sekaligus menjadi upaya memperluas dampak positif bagi para pelaku kreatif, agar industri perfilman Indonesia dapat terus tumbuh, berinovasi, dan semakin dikenal secara internasional.

Dengan kolaborasi kuat dan visi besar yang diusung, Timur hadir bukan sekadar sebagai film laga, tetapi sebagai langkah baru bagi sinema aksi Indonesia menuju panggung dunia.