BNN Ungkap Jejak Kelam Dewi Astutik, Sempat Mengajar Bahasa Mandarin sebelum Jadi Bandar Narkoba Lintas Negara
Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap perjalanan kelam Dewi Astutik sebelum akhirnya terjerumus sebagai bandar narkoba lintas negara. Padahal, sebelum masuk jaringan gelap itu, Dewi pernah bekerja sebagai guru bahasa Inggris hingga Mandarin di Kamboja.
Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto menjelaskan, Dewi masuk ke Kamboja pada Februari 2023. Di negara tersebut, ia bekerja sebagai pengajar dengan pendapatan sekitar Rp 20 juta per bulan. Namun, diduga karena faktor ekonomi dan iming-iming keuntungan besar, Dewi kemudian terlibat dalam aktivitas kriminal.
Ia bahkan sempat bekerja selama sebulan di sebuah tempat scamming atau pusat penipuan digital.
Memasuki awal 2024, Dewi mulai aktif dalam kejahatan narkotika. Ia bertemu dengan seorang warga negara Nigeria berinisial DON, yang dijuluki 'Godfather'. Pertemuan itu menjadi awal keterlibatannya dalam jual beli narkotika lintas negara.
Dewi disebut sebagai salah satu aktor intelektual dalam upaya penyelundupan dua ton sabu senilai Rp 5 triliun dari jaringan Golden Triangle yang berhasil digagalkan pada Mei 2025. Golden Triangle dikenal sebagai kawasan segitiga emas peredaran narkotika yang beroperasi di Myanmar, Thailand, dan Laos.
Tak hanya itu, Dewi juga terlibat dalam sejumlah kasus besar pada 2024 yang terkait jaringan Golden Crescent, jaringan narkoba internasional yang bergerak melalui Iran dan Turki hingga menjangkau Eropa.
Dalam dua jaringan raksasa tersebut, Dewi berperan sebagai pengambil dan distributor berbagai jenis narkotika, termasuk kokain, sabu, dan ketamin, yang diedarkan di kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara. (Knu)