Terungkap! Buron Interpol Dewi Astutik Ternyata Rekrut WNI Pengangguran Jadi Kurir Narkoba Internasional

Buronan Interpol Dewi Astutik alias PA
Buronan Interpol Dewi Astutik alias PA

Kepala BNN, Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengungkap sosok orang-orang yang direkrut Dewi jadi kurir. Ternyata, targetnya adala Warga Negara Indonesia yang tidak punya kerjaan.

"Sementara berdasar pendalaman, Paryatin khusus merekrut WNI yang jobless di Cambodia serta kawan-kawan kurir yang bersedia bergabung dengan Paryatin alias Dewi," kata Suyudi, Rabu, 3 Desember 2025.

Kemudian, lanjut Suyudi, Dewi adalah buronan di Korea Selatan alias Korsel. Hal itu diketahui setelah Korsel mencokok salah satu kurir dari Dewi bernama Iqbal yang tak lain adalah seorang WNI.

"Dan dari pendalaman didapatkan info benar Paryatin alias Dewi Astutik merupakan DPO Negara Korea Selatan, didapat info saat ada komunikasi BNN dengan Kejaksaan Korea Selatan pasca tertangkapnya Iqbal, WNI rekrutan Paryatin alias Dewi, di Jeju Korea oleh Bea Cukai Korsel," katanya.

Sebelumnya diberitakan, BNN berhasil menangkap buronan Interpol Dewi Astutik alias PA di Kamboja pada Senin, 1 Desember 2025.

Penangkapan ini menandai berakhirnya perburuan panjang terhadap perempuan asal Indonesia yang sudah menjadi buronan internasional, termasuk buron Interpol dan Korea Selatan. Kepala BNN, Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, mengungkapkan bahwa penangkapan tersebut tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan melalui serangkaian langkah taktis yang sudah disusun sejak jauh-jauh hari.

"BNN menerima informasi intelijen mengenai keberadaan target di wilayah Phnom Penh, Kamboja," kata Komjen Suyudi, dikutip Rabu, 3 Desember 2025.

Informasi tersebut diterima pada 17 November 2025, yang langsung memicu tim BNN untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. Merespons laporan tersebut, Komjen Suyudi segera mengerahkan tim untuk berangkat ke Kamboja pada 25 November 2025.

Setibanya di negara tersebut, tim gabungan BNN bekerja sama dengan otoritas setempat, termasuk Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Phnom Penh, Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, dan perwakilan Polri di Kamboja. Upaya koordinasi ini membuahkan hasil, pada 1 Desember 2025, Dewi Astutik berhasil dilacak keberadaannya di sebuah hotel di Sihanoukville, Kamboja.

"Pada Senin, 1 Desember 2025, sekitar pukul 13.39 waktu setempat, Dewi Astutik terdeteksi berada dalam kendaraan Toyota Prius berwarna putih di area lobi sebuah hotel. Tim gabungan langsung melakukan penangkapan di tempat," kata dia.

Dalam proses penangkapan, Dewi Astutik diketahui tidak sendirian. Ia tengah bersama seorang pria yang diduga sebagai rekan kerjanya.

"Tim gabungan langsung melakukan verifikasi dan klarifikasi, termasuk pemeriksaan fisik untuk memastikan bahwa yang disergap adalah Dewi Astutik," kata dia.