Terkuak! Ini Alasan Gus Yahya Rotasi Jabatan Gus Ipul dari Sekjen PBNU

Ketua PBNU Ulil Abshar Abdalla atau Gus Ulil di Kantor PBNU, Jakarta Pusat
Ketua PBNU Ulil Abshar Abdalla atau Gus Ulil di Kantor PBNU, Jakarta Pusat

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Ulil Abshar Abdalla atau Gus Ulil mengungkap alasan di balik rotasi Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dari jabatannya sebagai Sekjen PBNU.

Dia menyebut rotasi ini dilakukan untuk menjaga performance dan kinerja organisasi agar tetap berjalan dengan baik serta tidak terbentur dengan kesibukan pengurus.

"Ya rotasi ini karena untuk menjaga performance, kinerja organisasi, karena kesibukan-kesibukan beberapa pengurus ya, seperti sekjen, bendum," kata Gus Ulil kepada wartawan di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Selasa, 2 Desember 2025.

Gus Ulil menegaskan, roda organisasi di PBNU harus tetap berjalan. Sehingga, tidak ada pilihan lain selain melakukan rotasi jabatan.

"Ya kita butuh roda organisasi ini berjalan terus, sehingga tidak ada pilihan lain. Kita harus merotasi, karena kita khawatir kalau ada 1 atau 2 pengurus yang terlalu sibuk dengan kesibukan lain, kemudian mengganggu kinerja dan ritme organisasi," tutur dia.

Sebelumnya diberitakan, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf merotasi lima orang pejabat sebagai salah satu langkah transformasi organisasi yang tengah mengalami polemik kepemimpinan internal tersebut.

Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat (sumber foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

"Rotasi ini sebagaimana diatur dalam aturan perkumpulan sebagai forum permusyawaratan tertinggi kedua setelah Muktamar, ini semua kita maksudkan supaya tugas-tugas yang harus dipertanggungjawabkan oleh PBNU tetap bisa dijalankan dengan baik," kata Yahya Cholil Staquf usai rapat tanfidziyah yang diselenggarakan di Kantor Pusat PBNU, Jakarta, pada Jumat.

Kelima pejabat yang dirotasi yakni KH. Masyhuri Malik dari posisi semula sebagai Ketua PBNU ke posisi Wakil Ketua Umum, Saifullah Yusuf dari posisi semula sebagai Sekretaris Jenderal PBNU ke posisi Ketua PBNU, dan H. Gudfan Arif dari posisi semula sebagai Bendahara Umum ke posisi Ketua PBNU.

Kemudian H. Amin Said Husni dari posisi semula sebagai Wakil Ketua Umum ke posisi Sekretaris Jenderal PBNU, dan H. Sumantri dari posisi semula sebagai Bendahara ke posisi Bendahara Umum.

Selain rotasi pejabat, rapat tersebut juga membahas rancangan peta jalan atau roadmap Nahdlatul Ulama 2025-2050 serta evaluasi kinerja dan program.