Alasan Gus Yusuf Chudlori Mundur dari PKB

KH Muhammad Yusuf Chudlori resmi memutuskan mundur dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) setelah masa jabatannya sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Jawa Tengah berakhir pada 29 Januari 2026.
Keputusan tersebut diambil dengan pertimbangan pribadi yang telah dipikirkan sejak lama, terutama untuk kembali memusatkan perhatian pada pengembangan pesantren dan program pendidikan.
Gus Yusuf, begitu dia akrab disapa, menegaskan bahwa dirinya tidak lagi aktif dalam kepengurusan partai, baik di tingkat wilayah maupun pusat.
“Saya off, tidak aktif lagi di struktur, baik DPW maupun DPP PKB dan balik fokus menata kembali pesantren,” ucapnya dikutip , Jumat (6/2/2026).
Keputusan mundur Gus Yusuf
KH Muhammad Yusuf Chudlori saat memberikan keterangan di rumahnya di API Tegalrejo, Magelang, Jumat (6/2/2026).
Keputusan mundur itu, menurut Gus Yusuf, bukanlah langkah yang diambil secara tiba-tiba.Ia menyebut rencana tersebut sudah dipertimbangkan jauh sebelum Musyawarah Wilayah (Muswil) DPW PKB Jawa Tengah digelar pada akhir Januari lalu.
Dalam forum tersebut, struktur kepengurusan baru partai diumumkan, termasuk penetapan Sarif Abdillah, Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah sebagai Ketua DPW PKB Jateng periode 2026–2031.
Komunikasi dengan Cak Imin
Gus Yusuf juga mengungkapkan bahwa niatnya untuk mundur telah dikomunikasikan lebih dulu kepada Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.
Ia mengaku sempat mendapat penolakan.
“Cak Imin, terus terang, gondheli (menahan)," ungkapnya.
Komitmen kawal proses pengkaderan NU
Meski tidak lagi menjadi bagian dari struktur partai, Gus Yusuf menegaskan komitmennya untuk tetap mengawal proses pengkaderan di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU), organisasi yang menjadi cikal bakal berdirinya PKB.
“Saya tetap memandang PKB dilahirkan NU. Kami tetap punya tanggung jawab moral ikut mengawal,” paparnya.
Ke depan, Gus Yusuf berencana lebih fokus mengembangkan Asrama Perguruan Islam Tegalrejo di Kabupaten Magelang.
Selain itu, ia juga tengah menyiapkan sejumlah program pendidikan, termasuk pendirian Ma’had Aly serta keterlibatan dalam pembangunan sekolah menengah kejuruan berbasis pesantren di Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Lagi banyak program di pesantren (Tegalrejo). Saya lagi mau bikin Ma’had Aly, konsentrasi di IKN,” katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang