Mercedes-Benz Masih Tunggu Kepastian Juklak IEU-CEPA di Indonesia
IEU-CEPA atau perjanjian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement disepakati beberapa waktu lalu dan mendapatkan sambutan baik, terkhusus dari manufaktur otomotif Jerman, termasuk Mercedes-Benz.
Perlu diketahui, dalam perjanjian tersebut ada kesepakatan terkait keringanan biaya bea masuk mobil Eropa yang diimpor ke Indonesia.
Meskipun begitu pihak Mercedes-Benz menegaskan, sampai saat ini mereka masih menunggu petunjuk pelaksanaan (juklak) dari pemerintah terkait implementasi IEU-CEPA.
“Kami belum tahu mengenai timing implementasinya kapan, kemudian juga produk-produk yang masuk ke dalam perjanjian itu apa saja,” kata Donald Rachmat, CEO Mercedes-Benz Indonesia di Jakarta, Minggu (30/11).

Ada peluang harga mobil Mercedes-Benz bisa semakin kompetitif berkat penerapan IEU-CEPA. Sehingga menjadi opsi yang menarik buat para konsumen di tengah ketatnya persaingan dengan pendatang baru di Indonesia.
Meskipun Mercedes-Benz mulai merakit setidaknya delapan model kendaraan di dalam negeri, masih ada produk mereka diimpor utuh dari Jerman seperti lini kendaraan listrik mereka.
Beberapa di antaranya adalah EQE 350+, EQS 450+ sampai EQS 450+ AMG Line. Harga deretan mobil listrik Mercedes-Benz itu ditawarkan mulai dari kisaran Rp 2,2 miliar.
Apabila IEU-CEPA bisa meringankan biaya bea masuk dari Jerman, tentu jadi hal menguntungkan buat Mercedes-Benz.
“Yang bisa kami yakini, tentunya pemerintah ketika mengambil keputusan untuk kerja sama adalah yang terbaik untuk Indonesia,” tegas Donald.
Lebih lanjut dia menegaskan, penerapan IEU-CEPA di Indonesia di masa mendatang merupakan peluang baru untuk memajukan industri otomotif maupun merek Mercedes-Benz di dalam negeri.

Sebagai informasi, dalam kebijakan IEU-CEPA disebutkan bahwa ada kesepakatan keringanan biaya bea impor produk dari Eropa ke Indonesia sebesar 98,5 persen. Ini termasuk untuk kendaraan roda empat.
“Kami telah berkomitmen untuk bekerja lebih keras dalam hal diversifikasi dan kerja sama mendukung pekerjaan dan pertumbuhan Uni Eropa,” kata Ursula von der Leyen, Presiden Komisi Eropa beberapa waktu lalu.
Apabila diterapkan di Indonesia, ada sejumlah merek yang berpeluang ikut diuntungkan selain Mercedes-Benz. Misalnya BMW, Audi serta Citroen.