AHY Optimistis Benteng Pendem Ambarawa Jadi Wisata Favorit Anak Muda

Benteng Pendem Ambarawa, AHY ke Benteng Pendem Ambarawa, AHY Optimistis Benteng Pendem Ambarawa Jadi Wisata Favorit Anak Muda, Arsitektur kolonial yang pikat anak muda, Revitalisasi yang harus bawa dampak ekonomi, AHY diajak foto ibu-ibu, Menuju ikon wisata sejarah dan budaya Ambarawa

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berkunjung ke Benteng Pendem Ambarawa atau Fort Willem 1 pada Kamis (27/11/2025).

Ia menilai wajah baru benteng peninggalan abad ke-19 ini memiliki daya tarik kuat untuk menjadi wisata favorit generasi muda.

Berada di lahan seluas 2,7 hektar, kawasan bersejarah yang dulunya berfungsi sebagai barak militer tersebut kini tampil lebih tertata berkat kerja sama Kementerian Pekerjaan Umum, Pemerintah Kabupaten Semarang, dan jajaran TNI.

Sekitar 1 hektar dari total kawasan sudah berupa bangunan berarsitektur khas Belanda, dengan kombinasi material besi, bata, dan kayu yang tetap dipertahankan keasliannya.

Arsitektur kolonial yang pikat anak muda

AHY menegaskan pentingnya merawat dan melestarikan keaslian Benteng Pendem sebagai warisan abad ke-19.

Menurutnya, karakter arsitektur kolonial dengan udara sejuk khas Ambarawa menjadi nilai tambah yang sangat potensial menarik minat generasi muda.

“Ini yang mahal bentuk asli Benteng Pendem, udaranya juga bagus tidak panas,” ucap AHY dilansir dari (27/11/2025).

Ia bahkan menyebut kawasan ini ideal untuk berbagai aktivitas anak muda, mulai dari foto pre-wedding, agenda komunitas, hingga acara kreatif lainnya.

Dengan estetika yang kuat dan latar bangunan bersejarah yang instagramable, AHY percaya Benteng Pendem dapat menjadi destinasi baru bagi wisatawan muda yang gemar mengeksplor tempat unik dan fotogenik.

Revitalisasi yang harus bawa dampak ekonomi

Selain mengangkat sisi visual, AHY menekankan bahwa revitalisasi Benteng Pendem juga diharapkan mendorong sektor ekonomi lokal.

Mulai dari industri pariwisata, UMKM, hingga ekonomi kreatif, semuanya diyakini akan terangkat seiring meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan.

“Kehadiran Benteng Pendem ini harus bisa meningkatkan perekonomian masyarakat, mulai dari pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, hingga membuka lapangan pekerjaan,” paparnya.

Menurut AHY, perpaduan arsitektur kolonial dengan kuliner, musik, dan produk kreatif lokal dapat menjadi kekuatan baru yang memperkaya pengalaman wisata.

AHY diajak foto ibu-ibu

Kedatangan AHY ke Benteng Fort Willem 1 pada Kamis (27/11/2025) disambut antusias pengunjung, terutama ibu-ibu.

Banyak wisatawan yang tak melewatkan kesempatan untuk berfoto bersama, termasuk Saripah (52), warga Semarang yang hadir bersama keluarganya.

Benteng Pendem Ambarawa, AHY ke Benteng Pendem Ambarawa, AHY Optimistis Benteng Pendem Ambarawa Jadi Wisata Favorit Anak Muda, Arsitektur kolonial yang pikat anak muda, Revitalisasi yang harus bawa dampak ekonomi, AHY diajak foto ibu-ibu, Menuju ikon wisata sejarah dan budaya Ambarawa

Kedatangan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menteri Koordinator (Menko) Bidang Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, ke Benteng Fort Willem 1 Ambarawa menjadi sasaran untuk diajak foto bersama

Ia mengaku sengaja berkunjung pada hari kerja agar tidak terlalu ramai, namun justru mendapat kejutan bertemu langsung dengan AHY.

“Senang bisa foto dengan Pak AHY. Semoga beliau diberi kesehatan dan kesempatan menjadi pemimpin negara ini,” ujar dia dilansir dari (27/11/2025).

Momen tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana Benteng Pendem mulai menjadi magnet bagi berbagai kalangan, dari keluarga hingga anak muda yang mencari pengalaman wisata berbeda.

Dengan revitalisasi yang sudah berjalan dan dukungan berbagai pihak, AHY menilai Benteng Pendem kini menjadi salah satu tujuan wisata andalan Kabupaten Semarang.

Ia berharap kawasan ini tidak hanya menjadi obyek wisata sejarah, tetapi juga pusat kegiatan budaya yang hidup dan dinamis.

“Kombinasi arsitektur khas Belanda dengan kuliner, ekonomi kreatif, dan musik bisa menjadi kekuatan pariwisata dan budaya sehingga menarik wisatawan lokal, nasional, hingga mancanegara,” tutup AHY.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang