Cara KBRI Manila Perkuat Diplomasi Pendidikan di Indonesia

KBRI Manila Kunjungan ke Indonesia
KBRI Manila Kunjungan ke Indonesia

 Perwakilan pendidikan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Manila, yaitu Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud), mengadakan kunjungan kerja ke STIE Mahardhika. 

Kunjungan ini dilakukan dalam rangka menggali informasi terhadap kemajuan kerja sama pendidikan antara STIE Mahardhika dan mitra pendidikan di Filipina, termasuk University of the East (UE). 

Nina Yulianti berharap kunjungan itu semakin memperkuat kolaborasi akademik, penelitian bersama, mobilitas dosen/mahasiswa, dan diplomasi budaya. 

“Kami berharap kerja sama ini akan semakin mempererat jalinan akademik dan kemanusiaan antara Indonesia dan Filipina, serta memberi peluang nyata bagi generasi muda Indonesia di luar negeri untuk mengakses pendidikan tinggi di tanah air," kata Nina dalam keterangannya, Jumat, 28 November 2025.

Selain itu, Atdikbud juga menyampaikan agar STIE Mahardhika bersedia menerima alumni Sekolah Indonesia Davao maupun warga negara Filipina sebagai bagian dari rencana kemitraan ke depan.

Dengan komitmen itu, kerja sama ini diharapkan membuka peluang bagi pertukaran pelajar, penelitian kolaboratif, dan implementasi program lintas negara — sekaligus mendukung keberlanjutan pendidikan bagi komunitas Indonesia di Filipina.

Sementara, Ketua STIE Mahardhika, menyampaikan bahwa perguruan tinggi ini telah berdiri di Surabaya pada tahun 1981 dan telah berkembang menjadi salah satu institusi pendidikan tinggi ekonomi terkemuka di Jawa Timur. 

Harapannya, dengan dukungan diplomatik KBRI dan semangat kolaborasi dari STIE Mahardhika, diharapkan inisiatif ini membuka peluang luas — baik dalam penelitian, pendidikan, mobilitas akademik, maupun promosi budaya Indonesia di Filipina. Agenda 2026 menjadi momen penting untuk memperkuat diplomasi pendidikan dan budaya lintas negara.