Perubahan Gaya Hidup Masyarakat Indonesia dalama 50 Tahun Terakhir, Pandemi Jadi Awal yang Baru!
Perjalanan gaya hidup masyarakat Indonesia telah mengalami perubahan signifikan dalam lima dekade terakhir, terutama sejak pandemi Covid-19.
Peristiwa global tersebut menjadi momentum percepatan transformasi perilaku, mulai dari cara bekerja, berinteraksi, hingga menentukan kebutuhan tempat tinggal. Scroll lebih lanjut yuk!
Dalam sekitar 50 tahun, masyarakat bergerak dari pola hidup sederhana menuju gaya hidup modern yang sangat bergantung pada teknologi dan kenyamanan terintegrasi, termasuk dalam hal memilih tempat tinggal.
"Saat Covid, itu terjadi behaviour change di mana menjadi titik simpul perubahan manusia dan Summarecon mengalami perubahan juga karena harus mengikuti perubahan itu," kata President Director PT Summarecon Agung Tbk, Adrianto P. Adhi, dalam konferensi pers Summarecon Discovery, di Kelapa Gading, Jakarta, Kamis 27 November 2025.
President Director PT Summarecon Agung Tbk, Adrianto P. Adhi
Menurutnya, transformasi tersebut turut memengaruhi visi besar perusahaan. Ia menjelaskan bahwa visi Summarecon dalam membangun kota terpadu terus berevolusi.
"Untuk jadi kota terpadu yang baik dari visi Summarecon adalah aman, nyaman, dan lengkap. Ini adalah basic needs, tapi nyamannya masyarakat yang dulu berbeda dengan sekarang," ujarnya.
Adrianto menggambarkan bagaimana standar kenyamanan dalam memilih tempat tinggal masyarakat Indonesia telah bergeser. Pertimbangan memilih hunian zaman dahulu dan sekarang sangat bertolak belakang sesuai dengan kebutuhan.
"Misalnya, ketika dulu bangun rumah yang nyaman itu adalah dekat pasar, bangunannya fungsional, rumah sifatnya basic. Itu udah nyaman dalam ukuran zaman itu," jelas Adrianto.
"Sedangkan nyaman dalam ukuran zaman sekarang, misalnya, kalau saya keluar rumah di depan ada taman, saya mau renang tapi kok jauh? Makanya ada club house," tambahnya.
Tak hanya soal fasilitas fisik, perubahan teknologi juga ikut membentuk cara hidup modern. Perubahan paling kentara setelah Covid-19 terlihat pada adaptasi digital yang semakin masif. Jika dulu masyarakat mengandalkan interaksi langsung, kini berbagai aktivitas beralih ke platform daring. Rutinitas bekerja, belajar, hingga berbelanja menjadi lebih efisien dengan dukungan perangkat digital.
Kehidupan sehari-hari semakin menuntut konektivitas cepat, ruang terbuka hijau, dan fasilitas komunal yang terintegrasi dengan lingkungan tempat tinggal.
"Sebelum Covid, tidak banyak yang mengenal Zoom meeting. Itu berarti sekarang harus ada fasilitas internet yang kencang. Dulu boro-boro ada internet, TV aja hitam putih," ungkapnya.
Karena itu, Summarecon harus terus melakukan penyesuaian.
"Makanya aman, nyaman, dan lengkap itu basic tapi semuanya ada transformasi sesuai dengan perkembangan manusianya," paparnya.
Dengan perubahan kebutuhan dan perilaku tersebut, tampak jelas bahwa pandemi bukan hanya sebuah krisis, tetapi juga penanda era baru dalam gaya hidup masyarakat Indonesia.
Dalam rangka merayakan 50 tahun perjalanan, Summarecon resmi membuka Summarecon Discovery, sebuah ruang ekshibisi di La Piazza, Summarecon Mall Kelapa Gading, yang menampilkan milestone, nilai, dan kebijaksanaan perusahaan dalam membangun sembilan kawasan kota terpadu. Dibuka untuk publik mulai 28 November 2025, galeri ini dirancang sebagai ruang edukasi dan eksplorasi mengenai bagaimana Founder Summarecon Soetjipto Nagaria bersama team Summarecon membangun kota yang “Aman, Nyaman, dan Lengkap”.
Lebih lanjut, Adrianto menjelaskan, secara visualisasi Summarecon Discovery menampilkan rangkaian arsip visual, instalasi digital, maket bangunan, dokumentasi sejarah, mural berskala besar, video perjalanan hingga penciptaan visualisasi karakter yang menggambarkan dinamika kehidupan sebuah Kota Terpadu dan latar belakang penciptaannya.