Apel Kasatwil 2025 Dinilai Jadi Kesiapan Polri Kawal Langkah Reformasi
Analis Intelijen dan Keamanan, Ngasiman Djoyonegoro menilai penyelenggaran apel Kasatwil Polri tahun 2025 yang digelar pada 24-26 November berbeda dari tahun sebelumnya.
Apel tahun ini tidak hanya sebagai wahana untuk konsolidasi dan penyegaran internal, tapi juga diwarnai berbagai rencana dan simulasi pelayanan publik yang lebih ramah kepada masyarakat.
“Ada paradigma baru yang diperkenalkan oleh Kapolri kepada seluruh jajaran Polri seluruh Indonesia dalam memperkuat pelayanan,” kata Ngasiman Djoyonegoro atau Simon, Kamis, 27 November 2025.
Simon lantas mengapresiasi cara Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, yang menunjukkan kesungguhan dan kesiapannya dalam mengimplementasikan agenda-agenda reformasi Polri.
“Kita bisa lihat dengan sungguh-sungguh Kapolri berusaha menunjukkan kesiapan jajarannya menerima mandat Reformasi Polri pada bidang pelayanan publik,” tutur dia.
Menurut dia, pelayanan publik adalah garda depan persentuhan langsung antara anggota Polri dengan masyarakat, baik kegiatan pelayanan publik umum, seperti pelayanan SIM dan SKCK, maupun pelayanan penegakan hukum.
“Oleh karena itu, harus dipersiapkan supaya lebih profesional sehingga berdampak langsung kepada masyarakat,” jelas dia.
Ia menekankan capaian paling penting dalam kegiatan apel ini adalah induksi arah kebijakan reformasi Polri kepada jajarannya seluruh Indonesia.
“Kasatwil dapat dikatakan sebagai motor penggerak anggota Polri di setiap daerah, penyamaan persepsi terhadap arah reformasi Polri adalah langkah penting bagi kepolisian di masa yang akan datang,” tegas Simon.
Untuk itu, Simon berharap institusi Polri semakin solid, sepenuh hati dalam melayani, mengayomi dan melindungi masyarakat serta menjalankan amanah konstitusi dalam nuansa pengabdian untuk negeri.
“Polri berupaya untuk beradaptasi pada berbagai aspek agar lebih maksimal dalam melaksanakan pelayanan publiknya secara profesional,” pungkasnya.