Profil Miftakhul Khayar, Ulama yang Isi Kursi Pimpinan PBNU Pasca Gus Yahya Diberhentikan

PBNU, Miftachul Akhyar, Yahya Cholil Staquf, Gus Yahya, Ketum PBNU, Profil Miftakhul Khayar, Ulama yang Isi Kursi Pimpinan PBNU Pasca Gus Yahya Diberhentikan, Nyantri di Berbagai Pesantren Ternama, Kiprah di NU, Jadi Ketua Umum MUI 2020–2025, Dikenal Sederhana dan Junjung Tinggi Adab

Rais Aam PBNU, Miftachul Akhyar mengisi kekosongan pemimpin PBNU usai Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya tak lagi berstatus ketua umum (Ketum) PBNU per 26 November 2025.

Hal itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor 4785/PB.02/A.II.10.01/99/11/2025 yang telah dikonfirmasi oleh A'wan PBNU Abdul Muhaimin dan juga Katib PBNU Ahmad Tajul Mafakhir, Rabu (26/11/2025).

"Untuk selanjutnya, selama kekosongan jabatan Ketua Umum PBNU sebagaimana dimaksud, maka kepemimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama sepenuhnya berada di tangan Rais Aam selaku Pimpinan Tertinggi Nahdlatul Ulama," tulis surat tersebut.

Profil Miftakhul Akhyar

Miftachul Akhyar merupakan seorang ulama yang lahir pada 30 Juni 1953 di Surabaya.

Ia adalah putra dari pasangan KH Abdul Ghoni, pengasuh Pesantren Tahsinul Akhlak Rangkah, dan Hj Siti Ashfiyah.

Sebagai anak kesembilan dari tiga belas bersaudara, ia tumbuh dalam lingkungan pesantren dan tradisi keilmuan Nahdlatul Ulama (NU) sejak kecil.

Didikan ayahnya yang dikenal tegas dalam adab menjadi fondasi penting dalam pembentukan karakter Miftakhul Akhyar saat muda.

Nyantri di Berbagai Pesantren Ternama

Sejak usia 8 tahun, Miftachul Akhyar sudah nyantri di berbagai pesantren besar, antara lain:

  • Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang
  • Ponpes Rejoso, Jombang
  • Ponpes Sidogiri, Pasuruan
  • Ponpes Al-Islah Soditan, Lasem
  • Majelis Taklim Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki al-Makki di Malang

Saat menimba ilmu di Lasem, kecerdasannya dalam memahami materi agama dan sifat tawadhu membuat pengasuh Pesantren Al-Islah, KH Masduqie Allasimy, menjadikannya sebagai menantu.

Setelah pulang menimba ilmu, Miftachul Akhyar mendirikan dan mengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Miftachus Sunnah Surabaya.

Kiprah di NU

Kiprah Miftachul Akhyar di struktur NU sangat panjang dan bertahap. Rekam jejaknya antara lain:

  • Rais Syuriah PCNU Surabaya (2000–2005)
  • Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur (2007–2013 dan 2013–2018)
  • Wakil Rais Aam PBNU (2015–2020)
  • Pj Rais Aam PBNU (2018–2020), menggantikan KH Ma’ruf Amin
  • Rais Aam PBNU periode 2021–2026

Penunjukannya sebagai Rais Aam PBNU juga atas dorongan langsung para tokoh besar NU, termasuk Mustasyar PBNU KH Maimoen Zubair, yang dua kali mendatanginya agar menerima amanah tersebut.

Jadi Ketua Umum MUI 2020–2025

Pada 2020, Miftachul Akhyar terpilih sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggantikan Ma'ruf Amin yang menjadi Wakil Presiden.

Ia mengungguli sejumlah tokoh nasional, seperti Dr Anwar Abbas, Prof Nasaruddin Umar, Amirsyah Tambunan, dan KH Muhyidin Djunaidi.

Kendati demikian, Miftachul Akhyar mengundurkan diri pada Maret 2022.

Dikenal Sederhana dan Junjung Tinggi Adab

Miftachul Akhyar dikenal luas sebagai ulama yang sangat menjunjung adab.

Salah satu ciri khas keteladanannya adalah melayani tamu secara langsung, mulai dari menyuguhkan hingga menuang minuman tanpa meminta bantuan khodim.

Kebiasaan itu merupakan warisan adab dari ayahnya, dan menjadi ciri kepribadian yang membuatnya dihormati lintas generasi santri.

Majelis riset internasional The Royal Islamic Strategic Studies Center di Amman, Yordania, memasukkan KH Miftachul Akhyar ke dalam daftar 500 Muslim Paling Berpengaruh di Dunia untuk kategori Administration of Religious Affairs.

Pengakuan ini menunjukkan otoritas dan pengaruh global Miftachul Akhyar dalam urusan keagamaan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul ""

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang