Pasutri Ditemukan Tewas dalam Mobil, Ingat Bahaya Tidur di Kabin
Kasus meninggalnya pasangan suami istri yang ditemukan di dalam mobil di Medan diduga akibat keracunan gas, kembali mengingatkan risiko tidur terlalu lama di dalam mobil.
Kapolsek Medan Area AKP M Ainul Yaqin mengatakan, kedua korban awalnya mengungsi ke rumah orangtuanya setelah rumah mereka di kawasan Sei Mencirim mengalami pemadaman listrik pada Kamis (4/5/2026).
Namun, karena listrik di lokasi tujuan juga padam, keduanya memutuskan untuk beristirahat dan tidur di dalam mobil yang terparkir di halaman rumah.
"Posisi mobilnya terkunci. Jadi keluarganya memecahkan kaca menggunakan busi. Ketika pintunya dibuka, suhu mobil sudah panas sekali," ucap Yaqin dikutip dari Kompas.com, Sabtu (6/6/2026).
Ilustrasi pemudik yang tidur di mobil
Kemudian, polisi yang menerima laporan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama tim Inafis dan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
"Keterangan inafis tak ada tanda-tanda kekerasan. Dugaan meninggalnya sejauh ini karena keracunan gas dalam mobil," katanya.
Keracunan Gas
Sementara itu, Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), menjelaskan penyebab penumpang mengalami keracunan di dalam mobil bisa berasal dari berbagai faktor.
“Bisa keracunan gas AC dengan kandungannya Clore Flore Carbon (CFC) atau gas sisa pembakaran yang masuk ke dalam kabin mobil, keduanya bisa menyebabkan manusia keracunan,” ucap Sony kepada Kompas.com.
Selain dari sistem AC, risiko keracunan juga bisa berasal dari gas karbon monoksida (CO) yang masuk ke dalam kabin kendaraan.
“Gas CO masuk ke dalam kabin dan terhirup oleh manusia, ini kerap terjadi pada mobil yang sudah berumur atau adanya keropos, sehingga bodi tidak rapat dan gas buang bisa lebih mudah masuk ke kabin, ditambah mobil berhenti lebih dari 10 menit,” ucap Sony.
Untuk menjaga keselamatan, Sony menyarankan agar tidak tidur di dalam mobil dalam waktu lama. Jika terpaksa beristirahat di dalam kendaraan, sebaiknya membuka sedikit kaca jendela agar sirkulasi udara tetap terjaga.
“Jika panas, boleh menyalakan AC tapi buka kaca jendela sedikit supaya udara bersirkulasi, lebih bagus lagi jika ada yang jaga-jaga di luar untuk bergantian setiap 1 jam,” ucap Sony.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang