Indonesia Segera Masuki Era Baru Satelit IoT

Teknologi satelit Telkomsat.
Teknologi satelit Telkomsat.

Australia Selatan sendiri dikenal sebagai pusat pertumbuhan industri antariksa Australia dan menjadi lokasi berbagai perusahaan global, termasuk Myriota.

Pemerintahnya menyambut baik kerja sama ini karena dinilai mampu memberikan manfaat ekonomi bagi kedua negara serta mendukung sektor-sektor penting di Indonesia, khususnya di wilayah terpencil, sektor maritim, agrikultur, energi, dan industri lainnya.

Melalui MoU ini, Myriota akan membawa sejumlah layanan konektivitas satelit ke Indonesia, Teknologi ini memanfaatkan jaringan geostasioner untuk menghadirkan konektivitas yang fleksibel dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.

HyperPulse juga melengkapi layanan UltraLite berbasis satelit orbit rendah Bumi (LEO) milik Myriota, sehingga memperkuat portofolio multi-orbit Telkomsat dalam layanan IoT.

Layanan satelit IoT hasil kolaborasi ini ditujukan untuk mendukung sektor-sektor seperti maritim, minyak dan gas, pertanian, hingga pemantauan lingkungan dan bencana di semua sektor yang membutuhkan konektivitas stabil meski berada jauh dari jaringan terestrial.

Direktur Pengembangan Telkomsat, Anggoro Kurnianto Widiawan, menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi langkah penting bagi pengembangan IoT berbasis satelit di Indonesia.

“Kemitraan dengan Myriota adalah langkah besar untuk memperluas pemanfaatan teknologi IoT berbasis satelit. Dengan menggabungkan jangkauan Telkomsat dan teknologi Myriota, kami ingin memastikan konektivitas yang andal dapat menjangkau sektor-sektor vital, termasuk wilayah terpencil di seluruh Nusantara,” jelas dia.

Anggoro menegaskan bahwa MoU ini dirancang untuk jangka panjang. “Ini bukan kerja sama jangka pendek. MoU ini menjadi fondasi untuk membangun model bisnis yang berkelanjutan dan memperkuat kemampuan teknologi ruang angkasa Indonesia. "Kolaborasi ini akan membawa manfaat besar bagi masyarakat dan dapat meningkatkan perekonomian,” tuturnya.