PM Malaysia Murka, Skandal Dokumen Naturalisasi FAM Jadi Masalah Besar Negara

Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim
Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim

 Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, buka suara terkait skandal pemalsuan dokumen tujuh pemain naturalisasi yang menyeret Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM). Anwar menegaskan kasus ini bukan persoalan sepele dan harus diusut tuntas.

Berada di Johannesburg, Rusia, Anwar menyebut sanksi FIFA kepada FAM tidak bisa dianggap enteng. Meski begitu, ia menekankan pemerintah tidak akan melakukan intervensi dalam proses hukum.

“Ya, ini masalah besar. Pemerintah telah menyelidikinya dan tidak akan ada upaya untuk menutup kasus ini,” ujar Anwar, Jumat, dikutip dari Berita Harian.

Anwar memahami publik mendesak tindakan cepat. Namun menurutnya, proses hukum harus berjalan sesuai jalur agar tidak menimbulkan kesan pemerintah mencampuri urusan FAM.

“Saya tahu masyarakat tidak sabar… Mereka bilang kami tidak bertindak. Tapi semua harus melalui proses normal,” ujarnya.

Isu pemerintah mencoba menghalangi penyelidikan juga dibantah tegas oleh Anwar. Ia memastikan pemerintah justru mendesak agar kasus pemalsuan dokumen ini diselesaikan secara transparan.

Terlepas dari skandal tersebut, Anwar berharap pembinaan sepak bola Malaysia tetap berjalan dengan benar. Ia tidak menolak program naturalisasi, namun menegaskan semua proses harus dilakukan sesuai aturan.

“Saya juga penggemar olahraga. Idealnya kita mengembangkan bakat lokal, dan kami sudah menyalurkan dana untuk itu,” ujarnya.

Sebelumnya, FIFA menjatuhkan sanksi kepada FAM pada akhir September terkait dugaan pemalsuan dokumen tujuh pemain naturalisasi. FAM menolak tuduhan itu dan mengajukan banding, namun FIFA menolaknya.

Tak lama setelah itu, FIFA merilis dokumen yang dipalsukan dan menyebut FAM telah mengakui pemalsuan tersebut. Dengan demikian, sanksi kepada Malaysia kini bersifat final dan mengikat.