Kronologi Proses Naturalisasi Bermasalah Timnas Malaysia: Serahkan Dokumen Tanpa Verifikasi

FIFA, timnas Malaysia, Timnas Malaysia, skandal naturalisasi malaysia, Kronologi Proses Naturalisasi Bermasalah Timnas Malaysia: Serahkan Dokumen Tanpa Verifikasi

Komite Banding FIFA merilis proses pemberian kewarganegaran para pemain yang terlibat dalam skandal naturalisasai Timnas Malaysia. Berikut adalah kronologi para pemain naturalisasi tersebut mendapat paspor Malaysia.

Proses tersebut terpampang pada dokumen 64 halaman yang dirilis oleh Komite Banding FIFA yang menjelaskan alasan penolakan banding FAM (Federasi Sepak Bola Malaysia) pada Senin (17/11/2025).

Poin tersebut terpampang mulai Poin 46 dalam dokumen bersangkutan.

Proses dimulai ketika para pemain dikontak oleh perwakilan FAM pada awal Januari 2025 melalui agen-agen mereka yang menginformasikan bahwa mereka berhak mendapat kewarganegaraan Malaysia berdasar ikatan keturunan.

FAM menggambarkan kesempatan ini sebagai jalur terstruktur dan legal bagi para pemain untuk mewaikili Malaysia di level internasional.

Para pemain tidak mengidentifikasi sosok dari FAM yang menghubungi agen/teman-teman mereka dan menerima proposal tersebut walau kurang familiar dengan persyaratan teknis dari peraturan kelayakan FIFA.

"Dalam sidang dengar pendapat, para pemain menyatakan bahwa pengertian mereka terhadap peraturan kelayakan FIFA adalah memiliki paspor Malaysia dan belum pernah membela tim nasional lain."

Para pemain lalu menyerahkan dokumen-dokumen pribadi termasuk paspor dan sertifikat lahir diri mereka, ayah, dan kakek nenek mereka ke orang ketiga (agen atau teman-teman) yang berkontak dengan FAM.

Beberapa contoh adalah Facundo Garces yang mengirim sertifikat lahir kakeknya via pesan WhatsApp ke temannya yang dikontak langsung dengan FAM.

Hal serupa dilakukan Rodrigo Holgado yang mengirim dokumen lahir kakeknya via WA ke sang agen Nicolas Puppo yang berhubungan dengan FAM.

Pola serupa juga dilakukan oleh Joao Figueiredo, Jon Irrazabal, dan Hevel Serrano yang mengirim dokumen via sang agen yang menjadi titik kontak langsung dengan FAM.

Tak Membaca atau Melakukan Verifikasi ke Dokumen

Dalam rapat dengar pendapat, semua pemain menamakan agen mereka sebagai sumber kesempatan untuk memperkuat timnas Malaysia.

Mereka semua mengonfirmasi bahwa dokumen-dokumen yang diperlukan, termasuk sertifikat lahir mereka dan orang tua serta kakek-nenek datang dari anggota keluarga dan kemudian dikirim ke para pemain.

FIFA, timnas Malaysia, Timnas Malaysia, skandal naturalisasi malaysia, Kronologi Proses Naturalisasi Bermasalah Timnas Malaysia: Serahkan Dokumen Tanpa Verifikasi

Facundo Garces bawa Alaves menang lawan Levante di La Liga 2025-2026

Dokumen ini lantas diteruskan kepada agen/teman mereka tanpa verifikasi lanjutan. Dicatat juga bahwa klaim para pemain terkait keturunan Malaysia mereka secara umum didasarkan dari ucapan keluarga ketimbang catatan-catatan terverifikasi.

Menariknya, Poin 50 dalam dokumen tersebut mengatakan bahwa para pemain tak pernah membaca, mengecek, atau memverifikasi dokumen-dokumen bersangkutan.

Manipulasi Setelah Diserahkan ke FAM

Tapi, mereka menekankan secara tertulis bahwa semua dokumen otentik dan tak diubah pada saat diberikan ke agen-agen mereka.

Mereka mengutarakan bahwa manipulasi apapun terjadi setelah dokumen-dokumen diserahkan ke FAM dan tanpa pengetahuan atau keterlibatan mereka.

Poin 52 mengutarakan bahwa semua pemain mengaku tak membaca semua dokumen aplikasi yang diberikan kepada pemerintah Malaysia termasuk bagian yang mendeklarasikan bahwa emreka telah tinggal selama 10 tahun di Malaysia. 

Di Poin 53 dan 54, para pemain mengatakan bahwa FAM menjalani proses administratif yang diperlukan untuk menaturalisasi mereka seusai penyerahan dokumen, termasuk cek internal oleh otoritas Malaysia dan penyelesaian formulir aplikasi formal.

Mereka lalu mengaku menandatangani dokumen-dokumen aplikasi dan menghadap otoritas Malaysia tanpa penrah membaca atau mengetahui dokumen yang mereka tandatangani. 

FIFA mencatat bahwa dokumentasi berbahasa Malaysia dan tak ada terjemahan diberikan atau diminta para pemain.

Setelah proses tersebut selesai, mereka akhirnya diberi kewarganegaraan Malaysia dan mendapat paspor Malaysia.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.