FIFA Bongkar Habis Skandal Dokumen Palsu Timnas Malaysia
Skandal pemalsuan dokumen pemain naturalisasi Timnas Malaysia memasuki babak baru. FIFA memastikan bakal melakukan penyelidikan besar-besaran untuk menguliti kasus yang menjerat Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) tersebut.
Penyelidikan ini disebut bakal menjadi “masalah serius” lain yang harus dihadapi FAM, selain kewajiban membayar denda 350 ribu franc Swiss usai banding mereka resmi ditolak FIFA.
Sekretaris Jenderal AFC, Datuk Seri Windsor Paul John, menegaskan bahwa FIFA akan mengusut tuntas mulai dari proses pengajuan dokumen palsu hingga siapa saja sosok yang bertanggung jawab di baliknya.
“Bagian ini belum dimulai. Yang Anda lihat sekarang adalah sisi disiplin. Kasus lain baru berjalan ketika FIFA memulai penyelidikannya. Kasus pertama soal pertandingan, kasus kedua soal tanggung jawab,” ujar Windsor dikutip New Straits Times.
Windsor menambahkan, penyelidikan mendalam FIFA diperkirakan akan menyeret sejumlah pejabat penting di tubuh FAM. Mulai dari Pelaksana Tugas Presiden FAM, Datuk Yusoff Mahadi, hingga tokoh-tokoh kunci lain yang terkait dengan proses naturalisasi pemain.
Meski begitu, ia menegaskan Malaysia belum berada dalam ancaman sanksi penangguhan FIFA—setidaknya untuk saat ini. Namun ceritanya akan jauh berbeda jika nantinya ditemukan bahwa pelanggaran dilakukan oleh organisasi secara keseluruhan.
“Sanksi skorsing tidak dipertimbangkan saat ini. Itu tergantung pada temuan mereka. Jika hanya beberapa orang, keputusan berbeda. Tapi jika melibatkan seluruh organisasi, itu masalah lain,” ujarnya.
FAM sendiri sudah menerima kenyataan pahit setelah banding mereka atas sanksi dokumen palsu ditolak Komite Banding FIFA. Langkah berikutnya yang tersisa adalah menggugat ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).
Dalam pernyataan resminya, FIFA memaparkan alasan lengkap penolakan banding tersebut, termasuk dugaan manipulasi dokumen oleh tujuh pemain naturalisasi yang sudah dicoret dari aktivitas sepak bola internasional.
Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Tomas Garces, Rodrigo Julian Holgado, Imanol Javier Machuca, Joao Vitor Brandao Figueiredo, Jon Irazabal Iraurgui, dan Hector Alejandro Hevel Serrano.
Kasus ini bermula ketika Komite Disiplin FIFA menjatuhkan denda 350.000 franc Swiss (sekitar Rp7,2 miliar) kepada FAM pada September lalu. Sementara tujuh pemain naturalisasi tersebut dihukum larangan bermain selama 12 bulan dan denda 2.000 franc Swiss per orang.
Keputusan tersebut kembali ditegaskan pada 3 November usai Komite Banding FIFA menolak banding FAM beserta tujuh pemainnya. Dokumen sepanjang 64 halaman, termasuk rekaman wawancara para pemain, dijadikan dasar penguatan hukuman tersebut.
Skandal ini diprediksi belum akan berakhir dalam waktu dekat. FIFA bersiap membuka lembaran baru penyelidikan, dan FAM terancam menghadapi badai yang lebih besar.