Panas! FIFA Ungkap 3 Nama Otak Pemalsuan Dokumen Pemain Naturalisasi Timnas Malaysia

Timnas Malaysia
Timnas Malaysia

 Skandal pemalsuan dokumen naturalisasi pemain Timnas Malaysia kembali menjadi sorotan. Temuan terbaru FIFA menunjukkan bahwa manipulasi data pemain asing di negeri jiran itu bukan sekadar pelanggaran administratif, tetapi melibatkan jaringan terstruktur mulai dari agen hingga orang dalam Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM).

Kasus ini mencuat setelah tujuh pemain naturalisasi Malaysia dinyatakan menggunakan dokumen keturunan yang tidak benar. Kritik publik semakin deras setelah laporan resmi FIFA menguatkan adanya pemalsuan, lengkap dengan bukti rekaman percakapan WhatsApp yang memperlihatkan proses penyusunan dokumen ilegal.

Skandal tersebut tak hanya mencoreng nama sepak bola Malaysia, tetapi juga membuka peluang investigasi pidana lintas negara. Sebab, dokumen yang dimanipulasi melibatkan identitas dari Brasil, Argentina, Belanda, hingga Spanyol.

Logo di kantor FIFA

FIFA Sebut Tiga Aktor Utama dalam Skandal Dokumen Palsu

Dalam laporan investigasi setebal 63 halaman, FIFA merilis tiga nama yang dianggap sebagai otak di balik pemalsuan dokumen naturalisasi pemain Malaysia. 

Mengutip laporan New Straits Times, mereka adalah Nicolas Puppo, Frederico Moraes, dan Datuk Noor Azman Rahman.

Puppo dan Moraes, disebut sebagai agen yang menyusun dokumen kelayakan tujuh pemain asing yang kemudian terbukti tidak sah. Sementara itu, Datuk Noor Azman Rahman, yang menjabat sebagai Sekretaris Jenderal FAM, disebut mengetahui sekaligus terlibat dalam proses administrasi tersebut.

Meski FAM sudah menjatuhkan skorsing terhadap Azman Rahman dan membentuk panel independen untuk melakukan pemeriksaan internal, FIFA menegaskan bahwa pengusutan tidak berhenti di tiga nama tersebut. 

“Investigasi lanjutan menjadi penting untuk mengetahui sejauh mana praktik ini berlangsung dan siapa saja yang terlibat,” demikian bunyi laporan FIFA.

Tujuh Pemain Dipastikan Gunakan Dokumen Palsu

Rodrigo Holgado

Rodrigo Holgado

Skandal ini makin memanas setelah FIFA memutuskan menolak banding FAM atas sanksi terhadap tujuh pemain naturalisasi. Mereka adalah, Gabriel Palmero, Facundo Garcés, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Hector Hevel, dan Jon Irazábal.

Ketujuh pemain tersebut dinyatakan tidak memiliki garis keturunan Malaysia, yang merupakan syarat utama naturalisasi berdasarkan regulasi FIFA. 

FIFA juga menyebut FAM tidak memiliki dasar kuat untuk kembali mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).

Mengutip laporan ESPN, FIFA berencana menggelar investigasi formal terhadap FAM, sejalan dengan temuan yang dirinci dalam laporan tebal tersebut.

Selain investigasi internal, operasi FAM juga akan ditelusuri lebih jauh untuk mengetahui apakah ada prosedur resmi yang disalahgunakan. Dalam kesimpulannya, FIFA menyebut pemalsuan dokumen ini sebagai “pelanggaran berat” dan akan menyerahkan temuan itu kepada otoritas kriminal di lima negara: Malaysia, Brasil, Argentina, Belanda, dan Spanyol.

Selain membawa kasus ini ke ranah hukum, FIFA juga menjatuhkan sanksi finansial yang besar. FAM harus membayar 350 ribu Franc Swiss atau sekitar Rp7,2 miliar.

Sementara itu, ketujuh pemain naturalisasi yang terlibat dikenai denda 2 ribu Franc Swiss dan larangan beraktivitas selama 12 bulan.