FAM Akui Lalai, Pengamat Pertanyakan Dasar CAS Hukum Pemain Naturalisasi Timnas Malaysia

Malaysia, Zhafri Aminurashid, Hector Hevel, Imanol Machuca, Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Joao Figueiredo, Jon Irazabal, Gabriel Palmero, FIFA, Javier Eduardo Portillo, Pedro Miguel, FAM Akui Lalai, Pengamat Pertanyakan Dasar CAS Hukum Pemain Naturalisasi Timnas Malaysia

Putusan Pengadilan Arbitrase Olahraga atau CAS terkait sanksi terhadap tujuh pemain naturalisasi Timnas Malaysia memicu diskusi hangat di kalangan hukum olahraga.

Hukuman yang dijatuhkan kepada para pemain Timnas Malaysia dinilai terlalu berat jika merujuk pada yurisprudensi kasus-kasus serupa yang pernah ditangani sebelumnya di tingkat internasional.

Kritikan tajam muncul setelah CAS tetap memberlakukan sanksi larangan bermain selama 12 bulan kepada kelompok pemain tersebut.

Hal ini dianggap ganjil lantaran Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) secara terbuka telah mengakui adanya kelalaian dalam proses pengawasan administratif yang memicu kontroversi ini.

Pengamat sepak bola lokal, Zhafri Aminurashid, menyoroti keanehan dalam ketetapan sanksi ini.

Ia membandingkan nasib Hector Hevel, Imanol Machuca, Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Joao Figueiredo, Jon Irazabal, dan Gabriel Palmero dengan preseden yang melibatkan FIFA dan dokumen kewarganegaraan di masa lalu.

"Selama proses banding, FAM juga tetap menegaskan bahwa mereka menerima tanggung jawab atas kelalaian dalam pengawasan yang terjadi," ujar Zhafri dikutip dari media Malaysia, Berita Harian.

"Namun, anehnya, dalam kasus ini, CAS tetap menjatuhkan hukuman berat terhadap para pemain, meskipun FAM mengakui bahwa kesalahan ada pada pihak mereka."

Zhafri merujuk pada kasus CAS 2016/A/4831 sebagai contoh nyata. Saat itu, pemain yang menggunakan dokumen tidak sah hanya dilarang tampil dalam 10 pertandingan internasional, namun tetap diizinkan membela klub masing-masing.

Menurutnya, otoritas sepak bola dunia mempertimbangkan peran krusial pejabat federasi dalam proses pendaftaran.

“FIFA mempertimbangkan peran pejabat federasi, yang dianggap memiliki pengaruh signifikan dalam proses pendaftaran pemain, sehingga mengurangi tingkat kesalahan yang ditimpakan pada para pemain,” kata Zhafri menambahkan.

Malaysia, Zhafri Aminurashid, Hector Hevel, Imanol Machuca, Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Joao Figueiredo, Jon Irazabal, Gabriel Palmero, FIFA, Javier Eduardo Portillo, Pedro Miguel, FAM Akui Lalai, Pengamat Pertanyakan Dasar CAS Hukum Pemain Naturalisasi Timnas Malaysia

Pemain naturalisasi Timnas Malaysia, Hector Hevel (nomor 13), merayakan gol bersama rekan-rekannya pada laga Kualifikasi Piala Asia 2027 kontra Nepal di Stadion Sultan Ibrahim di Johor pada 25 Maret 2025.

s

Diferensiasi Kesalahan Administratif

Lebih lanjut, kasus pemain Argentina Javier Eduardo Portillo dan pemain Qatar Pedro Miguel juga menjadi acuan.

kasus tersebut, sanksi yang diberikan lebih bersifat administratif atau pembatasan mewakili negara, bukan hukuman olahraga jangka panjang yang mematikan karier pemain di klub.

Zhafri Aminurashid menjelaskan bahwa penyelidikan FIFA dan proses di pengadilan menunjukkan tidak adanya sanksi olahraga berat jika masalahnya murni administratif.

Ia menekankan pentingnya lembaga hukum untuk memisahkan antara kekeliruan prosedur oleh federasi dengan niat penipuan oleh pemain.

"Namun, setelah penyelidikan oleh FIFA dan proses terkait di CAS, tidak dikenakan sanksi olahraga terhadap pemain tersebut, dan masalah kelayakan dianggap lebih sebagai masalah administratif."

"Perbandingan beberapa kasus sebelumnya menunjukkan bahwa CAS sering membedakan antara kesalahan administratif dan penipuan sengaja oleh pemain,” pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang