Kecurigaan Pesulap Merah Soal Praktik Pesugihan Para Artis di Gunung Kawi

Pesulap Merah atau Marcel Radhival
Pesulap Merah atau Marcel Radhival

 Isu mengenai praktik pesugihan di kawasan Gunung Kawi kembali menjadi sorotan publik setelah pernyataan dari Pesulap Merah ramai diperbincangkan di media sosial. Konten yang membahas dugaan keterlibatan sejumlah figur publik dalam ritual mistis tersebut memicu beragam reaksi, mulai dari rasa penasaran hingga perdebatan di kalangan netizen.

Gunung Kawi sendiri memang sejak lama dikenal lekat dengan berbagai cerita spiritual dan mitos yang berkembang di masyarakat. Tempat tersebut kerap dikaitkan dengan ritual mencari keberuntungan, kekayaan, hingga jalan pintas meraih kesuksesan. Tak heran jika isu yang menyeret nama artis terkenal langsung menarik perhatian publik. Scroll lebih lanjut yuk!

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam keterangannya, Pesulap Merah mengungkap bahwa munculnya nama artis seperti Sarwendah bukan berasal dari asumsi pribadi. Ia menyebut informasi tersebut didapat dari hasil wawancaranya dengan seorang kuncen di kawasan Gunung Kawi. 

Namun demikian, pria bernama asli Marcel Radhival itu menegaskan dirinya belum bisa memastikan kebenaran cerita tersebut.

Menurutnya, ada kemungkinan kedatangan seorang artis ke lokasi itu sebenarnya bukan untuk menjalani ritual tertentu. Pesulap Merah menduga kunjungan tersebut bisa saja berkaitan dengan aktivitas lain, seperti kebutuhan produksi konten atau syuting program televisi.

“Saya ragu, kemungkinan apa jangan-jangan dia datang ke sana memang syuting doang dan memang di syutingnya itu ada adegan gitu kali, mungkin. Terus disalahartikan,” kata Pesulap Merah, dikutip Rabu 20 Mei 2026.

Ia juga menilai masyarakat perlu lebih berhati-hati dalam menerima informasi yang berkembang, terutama jika sumbernya hanya berasal dari satu pihak. Pesulap Merah menyebut bisa saja sebuah aktivitas biasa kemudian dianggap sebagai ritual pesugihan oleh orang lain.

“Disalahartikan bahwa itu ritual. Mungkin. Kan saya juga nggak tahu kebenarannya gimana. Itu karena pernyataan si kuncennya doang,” ujarnya.

Karena itu, Pesulap Merah berharap pihak-pihak yang namanya ikut terseret dapat memberikan klarifikasi secara langsung agar isu tersebut tidak berkembang liar dan memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Saya ke sana cuma liburan kok. Saya ke sana cuma pengen belajar budaya aja. Mungkin mau klarifikasi kayak gitu, ya nggak masalah juga, bisa kontak saya. Saya nggak memihak satu orang atau satu sisi doang,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Pesulap Merah menilai polemik ini justru dapat menjadi pembelajaran penting bagi publik. Ia menduga ada praktik penggunaan nama artis maupun tokoh terkenal untuk menarik minat orang-orang yang datang ke Gunung Kawi dan mempercayai ritual tertentu.

“Nah ini kan jadi malah hal yang positif. ‘Oh jadi kita tahu, berarti kuncen-kuncen sana menjual nama-nama itu untuk orang-orang yang datang ke sana.’ Kalau itu nggak ketahuan selama ini, berapa banyak orang yang datang ke sana terus percaya bahwa artis ini pernah ke sini, politikus ini pernah ke sini,” katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di akhir pernyataannya, Pesulap Merah kembali menegaskan bahwa kunjungan seseorang ke tempat yang dikenal mistis tidak selalu berkaitan dengan praktik pesugihan. Ia mencontohkan dirinya sendiri yang pernah datang ke lokasi tersebut hanya untuk berkunjung dan mempelajari budaya setempat.

“Bisa jadi ke sana memang mungkin liburan doang. Kayak saya kan ke sana juga. Tapi kan nggak ritual-ritual. Nggak percaya pesugihan,” tutupnya.