Penjelasan Aturan Restart Motor di MotoGP, Berlaku Tahun Ini

 Federation Internationale de Motocyclisme (FIM) resmi mengumumkan aturan baru yang berlaku di MotoGP 2026 dan juga WSBK.

Musim ini, pembalap yang mengalami kecelakaan di trek tidak boleh mencoba kembali menyalakan motornya dari area lintasan maupun run-off.

Di MotoGP, bukan jadi pemandangan asing melihat pembalap terjatuh atau terlibat kecelakaan dan berusaha menyalakan kembali motor balapnya guna melanjutkan balapan.

Memang jika mengacu pada aturan terdahulu, pembalap masih diperbolehkan untuk mencoba menyalakan kembali motornya di area run-off atau gravel.

Mimpi Buruk Duo Ducati di Misano: Marc Marquez DNF, Pecco Ke-13

Namun hal tersebut dinilai berpotensi menyebabkan kecelakaan buat pembalap lain dan membahayakan para marshal.

Sehingga FIM mengambil keputusan untuk melarang pembalap menyalakan motor dari area run-off.

Perubahan regulasi di MotoGP 2026 telah didiskusikan oleh Grand Prix Commission dan SBK Commission serta melibatkan seluruh pihak terkait.

Apabila motor tidak dapat dinyalakan karena kecelakaan ataupun masalah teknis, unitnya harus dievakuasi ke area pagar pembatas.

Pembalap masih tetap boleh bergabung dan melanjutkan balapan, namun hanya boleh dilakukan di area pembatas atau trackside barrier, dibantu oleh marshal yang bertugas.

Perbaikan pada motor boleh dilakukan tetapi di belakang pembatas yang aman dari area trek atau lintasan selama balapan berlangsung.

Menurut pihak FIM jika motor terlibat kecelakaan masih dalam kondisi menyala, maka pembalap bisa langsung kembali ke trek.

Namun jika marshal melihat adanya peluang kerusakan berat, maka pembalap harus berhenti dan dilarang bergabung kembali.

“Setelah terjadi crash atau masalah teknis, semua motor yang tidak menyala di trek ataupun area run-off harus segera dievakuasi ke belakang line of protection oleh marshal,” tulis keterangan resmi FIM dikutip dari Crash, Kamis (15/01).

Marc Marquez Mau Berdamai dengan Rossi, Tetapi Ada Syaratnya

Regulasi itu harapannya dapat meningkatkan keselamatan dan keamanan semua pihak termasuk marshal. Federasi lainnya diharapkan bisa mengikuti langkah tersebut.

Meskipun dikhawatirkan dapat menimbulkan tantangan tersendiri buat pembalap, FIM meyakini hal itu merupakan keputusan terbaik untuk menjaga keselamatan marshal selama berada di area balapan.

Selain di MotoGP dan WSBK, semua balapan yang melibatkan FIM disebut dapat menerapkan regulasi tersebut.