Peran Tindakan Teropong Rahim untuk Meningkatkan Peluang Hamil

Histeroskopi adalah, teropong rahim, endometritis, susah hamil, histeroskopi adalah, interfilitas, Peran Tindakan Teropong Rahim untuk Meningkatkan Peluang Hamil

  Beberapa penyebab infertilitas (sulit hamil) kerap bersifat tersembunyi karena tidak menimbulkan gejala jelas, namun tetap mengganggu proses terjadinya kehamilan.  Karena itu, identifikasi penyebab tersembunyi melalui pemeriksaan yang lebih detail seperti histeroskopi sangat penting.

Histeroskopi adalah tindakan medis yang dilakukan dokter obgyn dengan memasukkan kamera kecil ke dalam rongga rahim untuk melihat kondisi bagian dalam secara langsung dan detail. 

"Histeroskopi sering disebut juga sebagai teropong rahim. Prosedur ini punya akurasi yang lebih baik dibandingkan dengan USG," jelas Dr.Gita Pratama Sp.OG, Subsp F.E.R dari RS Pondok Indah IVF Centre Jakarta dalam acara media diskusi di Jakarta (19/11/2025).

Prosedur ini bermanfaat untuk mendiagnosis berbagai kelainan, seperti polip, mioma, atau bentuk rahim yang tidak normal, sekaligus memungkinkan dokter melakukan terapi dalam satu tindakan. 

Menurut dr.Gita, pada pasangan yang mengalami kesulitan hamil, histeroskopi sering menjadi langkah penting untuk menemukan penyebab yang tersembunyi dan meningkatkan peluang terjadinya kehamilan.

"Banyak masalah rahim yang dapat menyebabkan seseorang mengalami kesulitan hamil. Kelainan rahim juga sring tidak bergejala. Dengan tindakan histeroskopi bisa dilakukan deteksi dini, misalnya jika polip atau miom yang masih kecil, sehingga bisa meningkatkan peluang hamil," paparnya.

Histeroskopi adalah, teropong rahim, endometritis, susah hamil, histeroskopi adalah, interfilitas, Peran Tindakan Teropong Rahim untuk Meningkatkan Peluang Hamil

Dr.Gita Pratama Sp.OG, Subsp F.E.R

Dua jenis histeroskopi

Terdapat dua jenis histeroskopi, yaitu tindakan yang bisa dilakukan di ruang praktek dokter (office hysteroscopy) dan dilakukan di ruang operasi dan membutuhkan anestesi (operative hysterocopy).

"Office histeroskopi umumnya dipakai untuk mendiagnosis dan melakukan terapi pada lesi yang berukuran kecil dan tidak memerlukan bius. Sedangkan yang operative, untuk pengangkatan atau terapi pada kelainan yang berukuran lebih besar dan waktu lebih lama, misalnya miom," kata dr.Gita.

Tidak semua gangguan pada organ reproduksi memerlukan tindakan histeroskopi. Tindakan ini dilakukan dengan beberapa indikasi, misalnya kecurigaan ada kelainan rongga rahim setelah dilakukan USG, ada perdarahan yang tidak normal, mengalami keguguran berulang, kegagalan program bayi tabung (IVF) berulang, serta mengalami kesulitan hamil yang tidak diketahui penyebabnya.

Beberapa kelainan yang bisa dideteksi dan diterapi dengan histeroskopi antara lain polip, miom di rongga rahim, kelainan bentuk rahim, ada perlengketan rahim (adhesi), infeksi dinding rahim, serta ada rongga pasca-operasi seksio (niche).

Menurut dr.Gita, pada orang yang sedang program hamil, kelainan tersebut bisa membuat proses kehamilan sulit terjadi atau keguguran berulang.

"Popip bisa juga tidak bergejala, paling hanya timbul spot atau bercak darah di luar siklus haid. Jika sedang program hamil, polip bisa mengganggu terjadinya penempelan embrio sehingga tidak bisa hamil atau keguguran," ujar dokter yang jadi Ketua Himpunan Endrokrinologi Reproduksi dan Fertilitas Indonesia (HIFERI) ini.

Jenis kelainan rongga rahim lain yang juga tidak bergejala misalnya endometritis atau infeksi bakteri pada dinding rahim.

Endometritis sering tidak bergejala dan hanya bisa didiagnosis dengan histeroskopi.

"Infeksi ini bisa membuat tumbuh polip kecil-kecil dan jadi salah satu penyebab susah hamil yang sulit didiagnosis. Kalau tidak pakai histeroskopi tidak akan ketahuan," kata dr.Gita.

Ia mengatakan, pengobatan endometritis adalah dengan pemberian antibiotik. Kemudian setelah beberapa waktu dokter akan melakukan "teropong rahim" lagi untuk menilai apakah infeksinya sudah hilang.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.