Gak Pernah Kesulitan Selama 17 Tahun Pernikahan, Kenapa Marissa Anita Cerai?
Kabar tak sedap datang dari pasangan Marissa Anita dan Andrew Tigg. Rumah tangga yang telah mereka jalani selama 17 tahun akhirnya berujung di meja hijau Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Sidang cerai perdana digelar pada Rabu 9 November 2025, dengan agenda pemanggilan para pihak sebagai langkah awal proses perceraian.
Kehadiran Marissa Anita di persidangan langsung menyita perhatian awak media. Dengan senyum ramah dan penuh ketenangan, ia menyapa para jurnalis yang menunggu kedatangannya. Scroll lebih lanjut yuk!
"Baik, sehat, luar biasa, terima kasih ya teman-teman wartawan sudah ada di sini. Aku dikelilingi teman, Caroline di sini juga yang sudah menemani, ada juga Mbak Ira dan juga timnya. Hari ini kita akan bersama-sama melangkah ke depan ke tahapan hidup yang baru," ujar Marissa Anita, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis 20 November 2025.
Meski tengah menghadapi proses perceraian, Marissa justru menegaskan bahwa selama 17 tahun menikah, ia tidak pernah merasa kesulitan. Menurutnya, setiap perjalanan hidup adalah bentuk pembelajaran yang harus disyukuri.
"17 tahun itu banyak sekali, ya, maksudnya momen-momen pembelajaran. Jadi saya tidak pernah melihat hal yang sulit dalam kehidupan saya, kan teman-teman juga pasti melewati fase hidup di mana teman-teman itu juga melewati hal-hal yang sulit," katanya.
"Tapi saya tidak pernah melihat itu sebagai sesuatu yang saya sesali, atau regret. Itu tidak pernah. Karena memang semesta itu memberikan kita tantangan hidup sebagai titik pembelajaran, selalu."
Menurut Marissa, seluruh perjalanan rumah tangganya merupakan rangkaian momen yang membawa banyak pelajaran.
"Jadi selama 17 tahun ini itu menjadi banyak sekali momen-momen atau titik-titik pembelajaran dan saya yakin, saya itu sama dengan 8 miliar manusia yang ada di bumi ini, pernah merasakan fase yang sama. Itulah kehidupan, gitu, ya," ujarnya.
Namun di balik ungkapan positif tersebut, Marissa akhirnya mengakui bahwa perbedaan visi dan misi hidup menjadi alasan utama perpisahan mereka. Seiring usia dan perubahan pribadi, ia menilai bahwa manusia harus tetap terbuka terhadap perubahan.
"Semua manusia itu berbeda-beda. Semua manusia berbeda-beda dan semua manusia itu, setiap kita bertambah umur, pasti kita berubah terus. Kita berubah terus dan ada manusia maksudnya yang yang mungkin, apa, ya? Kita sebagai manusia itu baiknya terbuka dengan perubahan itu," jelasnya.
Marissa mengungkapkan bahwa ia sudah mempersiapkan fisik dan mental untuk menjalani proses hukum ini. Bahkan, sebelum berangkat ke pengadilan, ia sempat melakukan meditasi bersama orang-orang terdekat yang penting dalam hidupnya.
"Tadi pagi juga sebagai persiapan saya sudah bermeditasi dengan orang-orang yang penting untuk saya," ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa keputusan ini bukanlah langkah impulsif, melainkan bagian dari perjalanan barunya sebagai individu. Meditasi, menurutnya, menjadi cara untuk menguatkan mental sekaligus menyambut fase kehidupan berikutnya dengan lebih jernih.