Ditahan Imbang Indonesia U22, Pelatih Mali Akui Kejutan Skuad Indra Sjafri: Mereka Bermain Sangat Kuat

Fousseni Diawara
Fousseni Diawara

 Penampilan Timnas Indonesia U22 di laga uji coba kedua melawan Mali menghadirkan apresiasi langsung dari lawan. Usai ditahan imbang 2-2, pelatih Mali, Fousseni Diawara, mengakui bahwa skuad Indra Sjafri menunjukkan perkembangan signifikan dan tampil jauh lebih kuat dibanding pertemuan pertama.

Di bawah tekanan kekalahan telak pada laga sebelumnya, Indonesia U22 justru tampil agresif sejak menit awal. Sejumlah peluang berbahaya mampu diciptakan, meski justru Mali yang lebih dulu unggul. Situasi itu tak bertahan lama setelah Mauro Zijlstra menyamakan kedudukan melalui gol yang menjadi momentum kebangkitan Garuda Muda.

Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan semakin meningkat. Indonesia U22 kembali menekan, namun Mali juga tampil agresif dan berkali-kali mengancam lewat kecepatan lini depan. Kiper Daffa beberapa kali melakukan penyelamatan penting untuk menjaga gawangnya.

Rafael Struick membawa Indonesia berbalik unggul 2-1 pada menit ke-52. Namun, Mali merespons cepat lewat gol Sekou Kone yang membuat skor kembali imbang. Serangan demi serangan kedua tim tidak ada yang berbuah gol tambahan hingga laga tuntas 2-2.

Usai pertandingan, pelatih Mali Fousseni Diawara mengaku puas dengan dua uji coba yang dilakoni timnya di Indonesia. Ia menyebut laga tersebut tidak mudah karena timnya baru tampil tiga hari sebelumnya.

“Pertandingan ini sangat sulit bagi kami karena kami baru saja bermain tiga hari lalu, namun kami sangat bahagia,” kata Fousseni Diawara dikutipan tvOnenews.com.

Diawara menilai para pemainnya sudah bekerja maksimal. Ia mengatakan bahwa tim Mali mencoba memberikan yang terbaik dan merasa senang dengan mentalitas anak asuhnya. Sang pelatih kemudian menambahkan bahwa para pemain menunjukkan karakter yang kuat sepanjang pertandingan.

Tidak hanya itu, Diawara juga memberikan pujian khusus kepada Timnas Indonesia U22. Menurutnya, skuad Indra Sjafri menunjukkan kualitas yang impresif.

“Kami bermain menghadapi Timnas Indonesia, mereka bermain sangat baik malam ini,” ujarnya. Dia menegaskan bahwa Indonesia tampil penuh determinasi dan menunjukkan kekuatan mental. “Mereka bermain dengan hati, mereka bermain sangat kuat,” lanjutnya.

Sementara itu, Timnas Indonesia U22 dijadwalkan melanjutkan pemusatan latihan hingga akhir November. Beberapa pemain akan kembali ke klub, sementara lainnya tetap mengikuti latihan penuh. Untuk pemain yang berkarier di luar negeri, nasib keikutsertaan mereka di SEA Games 2025 masih menunggu keputusan klub. Harapannya, nama-nama kunci seperti Ivar Jenner dan Mauro Zijlstra mendapat izin tampil pada ajang yang berlangsung awal Desember tersebut.

Performa Indonesia U22 dalam laga kedua ini dinilai lebih menjanjikan dibanding pertemuan pertama. Melawan tim yang unggul dari segi fisik dan kecepatan, peningkatan terlihat dari sisi strategi, organisasi permainan, dan mental bertanding. Meski begitu, akurasi umpan masih menjadi catatan yang perlu mendapat perhatian Indra Sjafri sebelum tim bertolak ke SEA Games 2025.