Benzema Ungkap Biang Kerok yang Bikin Real Madrid Terpuruk, Sebut Nama Mbappe, Vini hingga Bellingham
Real Madrid sedang memasuki periode paling sulit musim ini setelah menelan dua kekalahan beruntun dari Celta Vigo dan Manchester City. Hasil negatif tersebut membuat pelatih kepala Xabi Alonso terus mendapat tekanan.
Dalam beberapa pekan terakhir, performa Real Madrid jauh dari kata stabil. Hasil buruk disertai permainan yang tidak meyakinkan membuat Alonso menjadi sasaran kritik. Namun, menurut Karim Benzema dalam wawancaranya dengan L'Equipe, dikutip melalui Marca, persoalan yang dihadapi Los Blancos bukan semata-mata berada di tangan pelatih.
Benzema menilai masalah utama justru terletak pada para pemain yang belum menemukan koneksi terbaik mereka. Ia menegaskan bahwa peran-peran penting dalam skuad, terutama bagi pemain dengan kualitas kelas dunia, harus dijalani secara tepat.
Pemain Real Madrid, Kylian Mbappe (kanan)
“Yang mereka butuhkan hanyalah koneksi antara Mbappe, Vinicius, Bellingham, dan Rodrygo. Setiap pemain perlu tahu apa yang harus dilakukan di lapangan. Bellingham perlu memahami bahwa dia adalah pengatur serangan, bukan pencetak gol. Mbappe adalah pencetak gol, bukan gelandang serang. Vinicius bukanlah gelandang bertahan, dia adalah pemain sayap kiri. Selama setiap pemain tahu apa yang harus dilakukan di lapangan, itu sudah cukup. Karena kita berbicara tentang pemain yang berada di peringkat sepuluh besar dunia, dan mereka semua berada di tim yang sama,” ujar Benzema.
Menurut Benzema, tantangan terbesar Real Madrid saat ini berasal dari karakter dan ego setiap pemain bintang.
“Ini sulit karena setiap orang memiliki kepribadian dan karakteristiknya masing-masing. Setiap orang ingin menjadi yang terbaik, jadi agak rumit… Setiap orang perlu memahami bahwa, dalam peran mereka, mereka dapat berkontribusi, tetapi itu untuk kebaikan tim,” tegasnya.
Lebih jauh, Benzema menegaskan bahwa Alonso tidak memiliki kendali penuh untuk memperbaiki kondisi Real Madrid. Ia menilai bahwa solusi sebenarnya justru ada pada para pemain itu sendiri.
“Tidak, pelatih tidak bisa berbuat apa-apa. Dia punya nama-nama pemain, dialah yang bermain paling bagus. Setelah itu, semuanya tergantung pemainnya. Jika rekan setim Anda lebih baik dari Anda, Anda harus menerimanya. Masalahnya adalah tidak menerima bahwa pemain di depan Anda mencetak lebih banyak gol. Itulah mengapa Anda mengalami masalah ketika memiliki lima atau enam pemain hebat bersama-sama. Setiap orang memberikan kontribusi. Dan, pada akhirnya, pencetak gol selalu mendapatkan sedikit lebih banyak perhatian daripada yang lain. Tapi dia selalu membutuhkan orang lain! Anda tidak bisa melakukan semuanya sendirian,” tandas penerima Ballon d’Or 2022 itu.