Soal Pemalsuan Dokumen Temuan FIFA, Menpora Malaysia: Mencoreng Citra Bangsa
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Malaysia, Hannah Yeoh, menanggapi soal hasl investigasi FIFA terkait kasus pemalsuan dokumen yang dilakukan oleh FAM.
FIFA merilis putusan setebal 19 halaman yang menyoroti pelanggaran serius dalam proses naturalisasi tujuh pemain Timnas Malaysia.
Dalam dokumen hukum tersebut, FIFA menemukan 69 poin pelanggaran yang melibatkan perbedaan data tempat lahir kakek-nenek para pemain dengan dokumen asli yang berhasil mereka telusuri.
nama pemain yang terlibat antara lain Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Tomas Garces, Rodrigo Julian Holgado, Imanol Javier Machuca, Joao Vitor Brandao Figueiredo, Jon Irazabal Iraurgi, dan Hector Alejandro Hevel Serrano.
Kasus ini berawal dari laporan soal kelayakan pemain dalam laga Malaysia vs Vietnam pada Kualifikasi Piala Asia 2027, 10 Juni 2025.
Menpora Malaysia, Hannah Yeoh, menegaskan bahwa temuan FIFA bukan sekadar persoalan teknis, melainkan hal yang merusak nama baik negara.
"Meskipun FAM telah mengeluarkan pernyataan yang menyatakan bahwa itu adalah kesalahan teknis, kesalahan staf mereka, semua itu perlu diperbaiki karena pernyataan setebal 19 halaman itu memuat pernyataan yang sangat serius dari FIFA, yang mencoreng citra negara," ujar Hannah dikutip dari NST, Selasa (7/10/2025).
Menurutnya, masyarakat Malaysia berhak kecewa dan marah atas kasus ini.
Ia menegaskan Kementerian Pemuda dan Olahraga akan menunggu proses banding sebelum memberikan pernyataan resmi lebih lanjut.
"FAM harus menyelesaikan proses banding ini sebelum kami membuat pengumuman khusus... karena proses banding belum selesai," tambah Hannah.
Tuntutan Transparansi untuk FAM
Pemain naturalisasi Timnas Malaysia, Hector Hevel (nomor 13), merayakan gol bersama rekan-rekannya pada laga Kualifikasi Piala Asia 2027 kontra Nepal di Stadion Sultan Ibrahim di Johor pada 25 Maret 2025.
Hannah menekankan pentingnya transparansi dari FAM dalam menghadapi kasus ini.
"FAM tidak bisa tinggal diam dan harus menanggapi dengan tegas semua pengungkapan yang dilakukan FIFA. Para pendukung sepak bola lokal merasa sakit hati, marah, dan kecewa," ucap Hannah Yeoh seperti dikutip dari The Star.
Ia juga meminta FAM segera mengumumkan niat banding secara resmi sesuai aturan FIFA.
"Saya sudah membaca Alasan Penghakiman FIFA dan meminta FAM untuk menyelesaikan proses banding — dengan secara resmi mengumumkan niatnya untuk mengajukan banding dan mengajukannya segera," ujarnya.
Hukuman FIFA untuk FAM dan Pemain
Komite Disiplin FIFA pada 6 Oktober 2025 menjatuhkan hukuman tegas kepada FAM dan tujuh pemain Timnas Malaysia.
FAM didenda 350.000 franc Swiss (sekitar Rp7,2 miliar). Sementara masing-masing pemain dijatuhi sanksi berupa larangan tampil selama 12 bulan serta denda 2.000 franc Swiss atau sekitar Rp41,5 juta.
FIFA menegaskan adanya perbedaan signifikan antara dokumen lahir asli dan dokumen yang diajukan FAM untuk mendukung naturalisasi.
Dengan demikian, FAM dinyatakan melanggar Pasal 22 Kode Disiplin FIFA terkait pemalsuan dokumen.
Harapan untuk Perbaikan
Hannah menutup pernyataannya dengan menegaskan kembali bahwa kasus ini adalah pukulan besar bagi sepak bola Malaysia.
Ia berharap FAM mengambil langkah nyata untuk memperbaiki kesalahan dan memulihkan kepercayaan publik.
"Saya juga memahami bahwa semua penggemar sepak bola lokal tentu saja marah, kecewa, dan ingin melihat perbaikan," ujarnya
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.