Top 11+ Negara Paling Ngebut Beralih ke Energi Hijau, Indonesia Kapan Nyusul?
Transisi menuju energi terbarukan kini menjadi agenda mendesak di berbagai negara. Pemanasan global akibat penggunaan batu bara, minyak, dan gas telah memberi dampak serius pada lingkungan, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.
Sebab itu, dunia bergerak cepat menghentikan proyek energi fosil dan mengalihkan investasi ke energi bersih yang lebih aman dan berkelanjutan atau energi hijau. Menariknya, sejumlah negara telah membuktikan bahwa transisi energi bukan sekadar wacana.
Ada yang mengandalkan tenaga angin, air, panas bumi, hingga panas tubuh manusia. Berikut 11 negara yang menjadi inspirasi dunia dalam mempercepat penggunaan energi terbarukan, sebagaimana dirangkum dari Climate Council, Selasa, 18 November 2025.
Kebijakan Energi Baru Terbarukan (EBT) Menuju Indonesia Mandiri Energi
1. Swedia
Swedia mencapai target energi terbarukan sebesar lima puluh persen delapan tahun lebih awal, tepatnya pada 2012. Negara ini kini berada di jalur untuk mewujudkan target listrik bebas fosil seratus persen pada 2040 melalui kombinasi tenaga angin, bioenergi, tenaga surya, dan bahkan panas tubuh manusia. Di Stockholm, panas tubuh para komuter di stasiun pusat dimanfaatkan untuk menghangatkan gedung di sekitarnya.
2. Kosta Rika
Kosta Rika menghasilkan sembilan puluh delapan persen listrik dari energi terbarukan selama lebih dari delapan tahun beruntun. Negara ini juga memegang rekor dunia penggunaan energi terbarukan penuh selama tiga ratus hari pada 2018, memecahkan rekor sebelumnya. Energi mereka berasal dari hidro, panas bumi, angin, biomassa, dan surya. Dalam beberapa tahun, kelebihan listrik bahkan diekspor ke Guatemala, Nikaragua, Panama, Honduras, dan El Salvador.
3. Inggris
Inggris adalah pemimpin global tenaga angin lepas pantai. Energi anginnya kini mampu memasok listrik untuk lebih dari 7,5 juta rumah, dan pemerintah menargetkan kapasitas angin lepas pantai meningkat empat kali lipat pada 2030 untuk mendukung rencana listrik bebas emisi pada 2035.
4. Islandia
Hampir seluruh listrik Islandia berasal dari tenaga hidro dan panas bumi. Sembilan dari sepuluh rumah di negara tersebut dipanaskan oleh energi panas bumi, menjadikan Islandia salah satu produsen panas bumi terbesar dunia.
5. Jerman
Pada 2022, pemerintah Jerman meluncurkan reformasi energi terbesar dalam beberapa dekade, dengan target delapan puluh persen listrik terbarukan pada 2030 dan hampir seratus persen pada 2035. Pada 2022, energi terbarukan menyumbang 46,9 persen konsumsi listrik, naik 4,9 persen dibanding tahun sebelumnya.
6. Uruguay
Transformasi energi Uruguay dimulai pada 2007. Kini negara tersebut menghasilkan sembilan puluh satu persen listrik dari energi terbarukan, dengan pertumbuhan tenaga angin yang naik dari satu persen menjadi tiga puluh empat persen dalam lima tahun. Uruguay juga mengekspor listrik ke Argentina dan Brasil ketika produksi berlebih.
7. Kenya
Kenya memiliki proyek angin terbesar di Afrika, Lake Turkana Wind Power, dengan kapasitas lebih dari 310 MW—cukup untuk menyuplai listrik bagi satu juta rumah. Proyek ini juga menjadi investasi swasta terbesar dalam sejarah Kenya senilai US$650 juta atau setara Rp10,8 triliun.
8. Tiongkok
Tiongkok adalah penghasil emisi terbesar dunia sekaligus pemimpin energi terbarukan. Negara ini memiliki hampir setengah kapasitas terpasang tenaga angin dan surya dunia. Mereka berada di jalur untuk menggandakan kapasitas angin dan surya skala utilitas sebelum 2030. Pada 2022, Tiongkok menginvestasikan US$546 miliar atau setara Rp9,1 kuadriliun untuk energi rendah karbon.
9. Maroko
Maroko memanfaatkan sinar matahari melimpah untuk membangun kompleks tenaga surya terkonsentrasi terbesar di dunia, Noor-Ouarzazate, yang berkapasitas 580 MW. Luasnya setara 3.500 lapangan sepak bola dan cukup untuk memasok listrik bagi kota yang ukurannya dua kali Marrakesh.
10. Selandia Baru
Sebanyak delapan puluh empat persen konsumsi listrik Selandia Baru berasal dari energi terbarukan. Negara ini menetapkan target 50 persen konsumsi energi dari sumber terbarukan pada 2035 dan listrik terbarukan seratus persen pada 2030.
11. Norwegia
Sejak 2016, sembilan puluh delapan persen listrik Norwegia berasal dari energi terbarukan, khususnya tenaga air. Norwegia telah memanfaatkan tenaga air sejak akhir 1800-an dan kini melengkapinya dengan energi panas serta angin.
Itu dia daftar negara yang menunjukkan kemajuan signifikan dalam pengembangan energi terbarukan. Setiap negara memiliki pendekatan dan strategi berbeda sesuai potensi masing-masing, namun semuanya menggambarkan bahwa transisi energi bersih dapat dicapai melalui kebijakan yang konsisten dan investasi yang berkelanjutan.