Kisah Keluarga Selamat dari Kecelakaan Maut di Tol Cipali: Saya Tidur, Tahu-Tahu Kaca Sudah Pecah…

Perjalanan pulang usai menuntaskan Borobudur Marathon 2025 berubah menjadi mimpi buruk bagi Erna Sukmana Putri (40) dan keluarganya.
Mereka menjadi bagian dari puluhan penumpang yang terlibat dalam kecelakaan maut di Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) KM 72, Selasa (18/11/2025) dini hari.
Erna, yang saat itu tengah menumpang sleeper bus PO Agra Mas bersama suami dan dua anaknya, tak pernah menyangka perjalanan dari Yogyakarta menuju Tangerang akan berakhir di ruang perawatan RS Abdul Radjak Purwakarta.
“Baru Pertama Kali Naik Sleeper Bus”
Erna menceritakan, dirinya baru selesai mengikuti Borobudur Marathon dan berencana pulang naik bus karena suaminya terlalu lelah untuk menyetir jauh.
“Ini baru pertama kali naik sleeper bus. Kalau pergi biasanya naik kereta. Kemarin habis Borobudur Marathon lari 42 KM, jadi suami kan capek, enggak mungkin nyetir,” ujarnya saat ditemui di RS Abdul Radjak.
Bus Agra Mas yang mereka tumpangi sempat berhenti sekitar pukul 21.30 WIB untuk istirahat. Erna dan keluarganya makan malam sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
Sekitar pukul 02.00 WIB, ketika sebagian besar penumpang tertidur pulas, termasuk Erna dan anak-anaknya, musibah itu terjadi.
Erna Bangun Saat Kaca Sudah Pecah
Erna mengaku tidak merasakan benturan awal. Ia baru tersadar ketika suasana dalam bus berubah kacau.
“Enggak berasa apa-apa… Saya, suami, dan anak-anak tidur pulas. Bangun-bangun bus sudah berhenti, kaca pecah, orang-orang berjatuhan,” tuturnya.
Keluarganya sempat terpencar dalam kepanikan. Suaminya bangun lebih dulu, sementara Erna mencari kedua anaknya yang berada di bagian belakang bus.
“Anak-anak di belakang, saya sama suami paling belakang dekat toilet. Sempat terpisah, tapi akhirnya ketemu,” katanya.
Beruntung, keluarga asal Tangerang itu hanya mengalami luka ringan.
“Kalau saya sama suami luka memar, anak bibirnya dijahit. Alhamdulillah selamat,” ucapnya.
Tiga Kendaraan Terlibat, Lima Orang Tewas
Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Hendra Rochmawan, menjelaskan bahwa kecelakaan di KM 72.500 Jalur B itu melibatkan tiga kendaraan:
- Bus Hino PO Agra Mas (B 7654 KGA)
- Bus Hino PO Sinar Jaya (B 7895 TGA)
- Minibus Daihatsu Gran Max (B 2508 TFT)
Menurut hasil penyelidikan sementara, pengemudi bus Agra Mas diduga hilang konsentrasi.
“Pengemudi Agramas menabrak bagian belakang minibus Gran Max, kemudian menabrak belakang bus PO Sinar Jaya. Bus Sinar Jaya lalu terperosok ke parit,” kata Hendra.
Akibat tabrakan beruntun ini, lima orang meninggal dunia, tiga di antaranya merupakan penumpang Gran Max dan dua lainnya dari bus Agra Mas.
Daftar Korban Tewas
- Anom Widodo (50) – Sopir PO Agra Mas
- Yasin (46) – Kernet PO Agra Mas
- Walianto P (39) – Penumpang Gran Max
- Odi Tri (39) – Penumpang Gran Max
- Ghuzen Fauzi (34) – Penumpang Gran Max
Total 44 orang menjadi korban, terdiri dari 5 meninggal dunia, 3 luka berat, dan 36 luka ringan.
Korban dirawat di RS Abdul Radjak dan RS Siloam Purwakarta.
Analisis Kecelakaan dengan Teknologi 3D Scanner
Kepala Subdit Gakkum Ditlantas Polda Jawa Barat, Kompol Amirul Hakim, mengatakan tim langsung melakukan olah TKP menggunakan teknologi terbaru.
“Olah TKP dilakukan dengan Traffic Accident Analysis (TAA) dan 3D Scanner untuk mengungkap penyebab kecelakaan secara komprehensif,” ujarnya.
Pihak kepolisian juga tengah menelusuri rekaman CCTV dan memeriksa saksi-saksi untuk memastikan apakah kecelakaan ini dipicu oleh faktor kelelahan pengemudi, kelalaian, atau masalah teknis kendaraan.
Kronologi Beruntun versi Polisi
Kasatlantas Polres Purwakarta, AKP Muthia Khansa Nurwajiya, menjabarkan kronologi lengkap kejadian:
- Bus Agra Mas melaju dari arah Cirebon menuju Jakarta di lajur cepat.
- Tiba di lokasi kejadian, bus tersebut menabrak belakang Bus Sinar Jaya.
- Benturan membuat Bus Sinar Jaya menghantam Minibus Gran Max.
- Dua kendaraan, Bus Sinar Jaya dan Gran Max, terperosok ke parit di sisi tol.
- Banyak penumpang terjebak dalam puing-puing kendaraan sebelum berhasil dievakuasi.
Bagi Erna dan keluarganya, pengalaman ini menjadi perjalanan pulang yang tak akan pernah mereka lupakan.
Meskipun selamat, Erna mengaku masih syok. Ia tak pernah menduga perjalanan pulang dari ajang lari terbesar di Indonesia justru berakhir di rumah sakit.
Namun ia tak berhenti bersyukur.
“Yang penting kami masih bisa berkumpul lagi. Saya ikut kasihan sama yang tidak selamat,” ujarnya pelan.
Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Satu Keluarga Asal Tangerang Selamat dari Kecelakaan Maut Tol Cipali, Lihat Korban Bergelimpangan
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.