Fertility Rate di Indonesia Terus Menurun, Dokter Obgyn: Gak Ada yang Mau Punya Anak Sekarang!
Tren penurunan angka kelahiran di Indonesia kembali menjadi sorotan setelah dibahas dalam peluncuran buku “The Beauty Being an Entrepreneur” karya Ir. Emmy Noviawati, President Director PT Regenesis Indonesia.
Salah satu momen penting dalam acara tersebut hadir lewat pemaparan Dr. Ni Komang Yeni Dhana Sari, Sp.OG., MM., MARS, Founder sekaligus CEO Health360 Indonesia. Ia menilai, salah satu isi buku tersebut berkaitan erat dengan tantangan besar yang kini dihadapi Indonesia: menurunnya angka kelahiran atau fertility rate. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
Dr. Yeni, yang juga seorang dokter obgyn, memaparkan fakta mencengangkan mengenai kondisi kesuburan penduduk Indonesia saat ini.
“Di Indonesia, bahkan di Jakarta, total fertility rate (TFR)—artinya jumlah anak yang ingin dimiliki per perempuan—sekarang sudah di bawah angka 1,8,” ungkapnya saat peluncuran buku tersebut di Jakarta, baru-baru ini.
“Dan itu sangat mengkhawatirkan. Gak ada yang mau punya anak sekarang,” sambungnya.

Menurutnya, ada dua penyebab utama. Pertama, semakin banyak pasangan usia produktif yang menganggap memiliki anak sebagai tantangan besar—baik secara finansial maupun emosional. Kedua, masyarakat kini semakin mengedepankan kebebasan pribadi.
“Self-worship lebih dominan sekarang. Kebahagiaan saya, badan saya, gerak-gerik saya, saya yang menentukan,” tuturnya.
“Secara kualitas penduduk bagus, tetapi berdampak pada rendahnya angka kelahiran,” tambah dr Yeni.
Dunia Estetika dan Age Management
Menariknya, Dr. Yeni menilai buku Emmy juga menyentuh aspek penting terkait populasi menua (aging population), yakni age management—upaya menjaga kualitas hidup agar tetap sehat dan bugar seiring bertambahnya usia.
“Dalam buku dijelaskan bagaimana dunia estetik kini berhubungan erat dengan peningkatan kualitas hidup, bukan hanya untuk wanita tapi juga pria. Ini bukan cuma tentang klinik, tapi tentang bagaimana kita mengembangkan diri,” tuturnya.
Peluncuran Buku dan Sosok di Baliknya
“The Beauty Being an Entrepreneur” adalah refleksi perjalanan Emmy—lulusan Mikrobiologi, FMIPA IPB—yang telah dua dekade berkecimpung di dunia estetika. Ia pernah bekerja di RS Mitra Keluarga Jatinegara, Yamanouchi/Astellas, hingga Senopati Skin Centre sebelum memimpin Regenesis Indonesia.
Dalam sambutannya, Emmy mengungkapkan bahwa buku ini ditulis sebagai penghargaan bagi seluruh mitra yang telah tumbuh bersama perusahaan.
“Menjadi entrepreneur bukan hanya tentang hasil, tapi keberanian untuk bertumbuh, berbagi, dan memberi makna dalam setiap proses,” ujarnya.
Acara peluncuran juga diwarnai dengan penyerahan buku pertama kepada Dr. dr. Irene Sakura Rini, MARS, SpBP-RZ (K), Founder Casalovina Clinic, yang dikenal sebagai dokter bedah plastik pertama di Indonesia yang mengintegrasikan teknologi estetika dan tindakan medis.