Indra Sjafri Bongkar 2 Kesalahan Fatal yang Bikin Indonesia U-23 Dibantai Mali!
Pelatih Timnas Indonesia U-23, Indra Sjafri, akhirnya angkat bicara setelah timnya menelan kekalahan 0-3 dari Mali dalam laga uji coba di Stadion Pakansari, Sabtu, 15 November 2025. Meski hasilnya pahit, Indra menegaskan performa skuadnya tidak sepenuhnya mengecewakan.
Indra menyebut bahwa masih ada hal positif yang ditunjukkan Dony Tri Pamungkas dan rekan-rekan meski skor akhir tidak memihak Indonesia.
Menurut Indra, Garuda Muda cukup berani meladeni gaya bermain Mali yang mengandalkan fisik dan kecepatan. Namun, kesalahan kecil yang berujung fatal masih ditemui di laga ini. Indra menyoroti dua momen krusial yang mengubah jalannya pertandingan.
Indonesia U-23 Dibombardir Mali 0-3
Kesalahan pertama terjadi saat situasi bola mati. "Nah memang ada kesalahan, satu goal dari set piece. Saya pikir itu bisa diatasi sebenarnya," ungkap Indra.
Kekeliruan lainnya melibatkan Kakang, yang kehilangan bola saat mengatur arah permainan. "Dan juga ada Kakang yang waktu directing dia diambil sekali terus dan langsung," lanjutnya.
Pelatih berusia 61 tahun itu tidak menutup mata terhadap kualitas Mali yang jauh di atas rata-rata tim Asia Tenggara. Menurutnya, level permainan Mali membuat setiap kesalahan kecil langsung menjadi hukuman.
"Memang kalau kita lawan dengan lawan yang kualitas kayak Mali, kesalahan sedikit pun pasti akan berdampak yang tak baik untuk kita," jelas mantan pemain PSP Padang tersebut.
Walau demikian, Indra menegaskan tidak ada kepanikan di kubu Timnas U-23. Baginya, laga uji coba ini menjadi bahan evaluasi penting sebelum bertanding di SEA Games 2025 pada Desember mendatang.
"Yang jelas dari pertandingan yang kami lakoni malam ini memang banyak hal yang harus kita perbaiki untuk menuju ke SEA Games nanti. Dan juga gak bisa dibandingkan, nanti kan kualitasnya yang kita hadapi di SEA Games kan gak seperti ini," sebutnya.
"Yang penting, dari tim yang kita lawan yang kualitasnya memang bagus. Ada beberapa hal yang respon dari kita enggak tepat begitu. Nah itunya yang harus kami perbaiki," tandasnya.