Selsi Josika dan Yasintha Libas Unggulan Malaysia, Tembus Semifinal wondr by BNI Indonesia International Challenge 2025
Ganda putri Indonesia, Selsi Josika dan Yasintha Ristyna Putri, tampil impresif dan sukses menyingkirkan pasangan unggulan Malaysia pada perempat final wondr by BNI Indonesia International Challenge 2025. Bertanding di GOR Among Rogo, Yogyakarta, Jumat 14 November 2025, keduanya menang meyakinkan atas Ho Lo Ee dan Amanda Yap dengan skor 21-11 dan 21-12.
Selsi dan Yasintha langsung mengambil inisiatif serangan sejak awal pertandingan. Gim pertama berjalan mulus, sementara di gim kedua mereka harus menyesuaikan tempo karena lawan mengubah pola permainan. Meski begitu, dominasi tetap berada di tangan wakil Indonesia.
“Game pertama kami bermain cepat dan di game kedua ada perubahan pola main dari lawan menjadi satu-satu tapi kami bisa mengatasi,” ucap Selsi dalam keterangannya.
Ia menambahkan bahwa meski tidak menyangka bisa masuk semifinal, mereka sudah menonton rekaman permainan lawan sehingga bisa memprediksi arah serangan.
Dalam laga ini, servis menjadi faktor pembeda sehingga menjadi salah satu kemenangannya,
“Salah satu kunci kemenangan tadi dari servis, bola pertama dan keduanya bisa ambil duluan jadi bisa menyerang terlebih dahulu,” kata Selsi.
Sementara itu, Yasintha menilai pertahanan lawan cukup kuat dan mereka harus lebih ulet untuk mengimbangi.
“Keunggulan lawan defencenya kuat dan ada salah satu dari mereka langsung maju dan mempercepat. Kami harus tahan dan di defencenya kami berusaha ulet,” tambah Yashinta.
Sementara itu, wondr by BNI Indonesia International Challenge 2025 kembali menjadi panggung penting bagi 258 atlet dari 12 negara yang berlaga selama dua pekan. Turnamen berlevel International Challenge ini digelar melalui kolaborasi Badminton Asia Confederation, PBSI, dan BNI, sekaligus menjadi ajang vital bagi para pemain muda dalam berburu poin peringkat dunia.
Negara peserta antara lain Indonesia, Malaysia, Chinese Taipei, Korea, Thailand, India, Australia, Srilanka, Vietnam, Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, dan Brunei Darussalam. Besarnya minat peserta kembali menunjukkan kepercayaan dunia terhadap konsistensi Indonesia dalam menyelenggarakan turnamen bulutangkis internasional.