Netizen Indonesia Jagonya Voting, Rizky Ridho Kalahkan Lamine Yamal Sabet Puskas Award 2025?
Dukungan besar mengalir kepada bek Timnas Indonesia, Rizky Ridho, setelah namanya resmi masuk nominasi FIFA Puskas Award 2025. Gol spektakulernya ke gawang Arema FCsaat membela Persija Jakarta pada 9 Maret 2025 membuat Ridho bersaing dengan sejumlah bintang dunia dalam ajang penghargaan gol terbaik dunia tersebut. Antusiasme publik Indonesia langsung pecah, terutama di media sosial, dengan ajakan voting masif untuk mendongkrak peluang sang pemain.
Netizen Indonesia, yang dikenal berpengaruh dalam urusan voting online, langsung menyusun strategi agar Ridho memiliki peluang besar memenangkan penghargaan bergengsi itu.
Salah satu taktik yang banyak dibagikan warganet adalah memberikan Ridho sebagai pilihan pertama, sementara pilihan kedua dan ketiga diarahkan kepada pemain yang kurang populer. Strategi ini dinilai penting untuk mencegah suara besar jatuh kepada nama-nama besar seperti Lamine Yamal atau Declan Rice, yang diprediksi sudah mengumpulkan dukungan luas secara global.
“Saran guys, kalau mau nge-vote pilih yang 1st-nya Rizky Ridho. Nah yang 2nd sama 3rd pilih pemain yang kurang terkenal aja, jangan Rice sama Yamal, biar Ridho naik. Saran aja sih,” tulis salah satu netizen yang viral di platform X dan Instagram.
Masuknya Ridho ke nominasi Puskas Award menjadi pencapaian bersejarah, mengingat ia merupakan pemain Indonesia pertama yang berhasil tampil di daftar kandidat resmi FIFA.
Momentum ini dianggap sangat berharga bagi sepakbola Tanah Air, apalagi sistem penentuan pemenang ditetapkan melalui kombinasi suara publik dan panel ahli dengan proporsi masing-masing 50 persen.
Meski peluang Ridho terbuka, persaingan dipastikan ketat. Popularitas Yamal dan Rice di level global menjadi tantangan berat bagi Ridho.
Namun, melihat mobilisasi dan euforia warganet Indonesia, peluang kejutan bukan tidak mungkin terjadi. Bila dukungan publik bisa disalurkan secara masif, Ridho berpeluang mengukir sejarah sebagai pemain Indonesia pertama yang meraih FIFA Puskas Award.