Perkemi Tegaskan Tak Ada Dualisme Kempo di Indonesia, Indra Kartasasmita: Mereka hanya Anak-anak Nakal Aja!

Kejuaraan Randori dan Embu Tandoku Veteran Shorinji Kempo 2025, di GOR UNJ
Kejuaraan Randori dan Embu Tandoku Veteran Shorinji Kempo 2025, di GOR UNJ

 Ketua Umum PB Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) Laksamana Madya TNI (Purn) Agus Setiadji, angkat bicara mengenai isu dualisme organisasi kempo yang sempat mencuat di Tanah Air. Ia memastikan bahwa World Shorinji Kempo Organization (WSKO) hanya mengakui Perkemi sebagai satu-satunya wadah resmi kempo Indonesia.

“Kami tidak punya dualisme karena di WSKO itu yang diakui cuma satu, Perkemi,” ujar Agus saat menghadiri Kejuaraan Shorinji Kempo Veteran Open di Gor Universitas Indonesia (UNJ), Sabtu, 15 November 2025.

Agus menambahkan bahwa pihak yang sebelumnya sempat muncul dan diklaim sebagai organisasi tandingan kini sudah tidak lagi aktif.

“Kebetulan yang kemarin, beberapa tahun keluar kebetulan sudah tidak aktif lagi, dan mereka juga tidak mewakili Shoriji Kempo, karena namanya pun bukan Shorinji Kempo,” katanya.

“Di WSKO sendiri teridir dari 41 negara dan dari indonesia hanya satu (yang diakui),” sambungnya.

Di sisi lain, Pendiri Perkemi, Indra Kartasasmita, menyampaikan pandangan senada. Menurutnya, pemerintah RI hanya mengenali satu organisasi kempo.

“Pemerintah sih taunya satu aja, itu mereka hanya anak-anak nakal aja, kita juga gak ngejelek-jelekin mereka, sekarang bubar sendiri,” ujarnya.

Indra menjelaskan bahwa selama ini tidak ada penolakan terhadap pihak mana pun yang ingin membentuk wadah baru, namun tujuan mereka harus jelas. “Tujuan mereka mendirikan itu apa? Kan sama aja, kita juga tidak pernah menolak, silahkan aja,” katanya.

Ia juga kembali menegaskan posisinya dalam struktur kempo internasional. “Saya pemegang mandat, jadi satu satunya pemegang mandat dari WSKO, saya yang bisa menyebarluaskan kempo di luar jepang,” ucapnya.

Sebagai konteks, kisruh dualisme ini bermula ketika Perkemi menemukan kejanggalan dalam proses pengukuhan Porkemi oleh Plt Sekretaris Jenderal KOI. Langkah tersebut diklaim dilakukan tanpa pemberitahuan kepada Perkemi, padahal organisasi ini telah terdaftar sebagai anggota KOI berdasarkan sertifikat member bertanggal 28 Februari 2018 yang ditandatangani oleh Ketua Umum KOI, Erick Thohir.