Perenang Legendaris Indonesia Siman Sudartawa Pamit dari Kolam, SEA Games 2025 Jadi Laga Terakhir

Atlet renang, I Gede Siman Sudartawa
Atlet renang, I Gede Siman Sudartawa

 Atlet renang andalan Indonesia, I Gede Siman Sudartawa, memastikan SEA Games 2025 di Thailand akan menjadi penampilan terakhirnya bersama tim nasional sebelum gantung kacamata renang. Setelah lebih dari satu dekade berkarier di level tertinggi, peraih empat medali emas SEA Games 2011 itu bersiap menutup perjalanan panjangnya dengan cara terbaik.

"Ya, SEA Games (2025) terakhir saya. Persiapannya sekarang sudah masuk tahap khusus, lebih banyak ke power dan speed," ujar Siman di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Rabu 12 November 2025.

Atlet berusia 31 tahun itu mengungkapkan, program latihan tim nasional saat ini masih menunggu kepulangan pelatih kepala, Albert Sutanto, yang sedang mendampingi atlet di Islamic Solidarity Games. Setelah itu, latihan akan difokuskan pada tahap akhir menuju pesta olahraga terbesar di Asia Tenggara tersebut.

Siman menuturkan bahwa keputusannya menjadikan SEA Games 2025 sebagai ajang perpisahan sudah melalui pertimbangan matang. Ia bahkan sempat berencana pensiun setelah Pekan Olahraga Nasional (PON) terakhir, namun urung melakukannya karena dorongan dari pelatih dan rekan setim.

"Setelah PON sebenarnya mau berhenti, tapi coach Albert bilang, 'ayo sekali lagi SEA Games terakhir'. Junior-junior juga minta ditemani. Jadi akhirnya saya putuskan, ya sudah, ini SEA Games terakhir," kata Siman.

Pada ajang nanti, perenang asal Bali tersebut berambisi mempertahankan medali emas di nomor 50 meter gaya punggung, yang sebelumnya ia menangi di SEA Games 2023 Kamboja dengan catatan waktu 25,16 detik

“Targetnya kalau bisa mempertahankan emas yang kemarin,” optimistis Siman.

Setelah menuntaskan kariernya sebagai atlet, Siman telah menyiapkan langkah baru untuk tetap berada di dunia olahraga. Ia berencana beralih menjadi pelatih renang profesional, sebuah peran yang sudah ia persiapkan dengan serius.

Siman mengungkapkan bahwa dirinya telah menyelesaikan sertifikasi kepelatihan dari American Swimming Coaches Association (ASCA) di Yogyakarta. Sertifikasi tersebut kini sudah mencapai level 3, namun ia berencana memulai karier kepelatihannya dari tingkat dasar di klub Millennium tempatnya bernaung.

Ia menilai dunia kepelatihan akan menjadi tantangan baru yang menarik. Siman berkomitmen untuk terus meningkatkan level sertifikasinya agar bisa mencapai posisi pelatih nasional suatu hari nanti.

Lebih lanjut, Siman tidak menutup kemungkinan untuk menukangi tim nasional Indonesia di masa depan. Ia ingin menjadi sosok yang dapat memberi inspirasi bagi atlet-atlet muda, sekaligus menunjukkan bahwa semangat dan konsistensi dapat membuat seseorang bertahan lama di dunia olahraga.

Siman juga memiliki motivasi pribadi dalam perjalanan barunya sebagai pelatih. Ia berharap bisa membantu anak didiknya meraih prestasi yang belum sempat ia capai selama menjadi atlet, termasuk mewujudkan cita-citanya yang belum terpenuhi untuk meraih medali di Asian Games.

Regenerasi dalam tim renang Indonesia, sambung Siman, berjalan cukup baik. Saat ini, ia menjadi atlet tertua di tim nasional, sementara generasi baru sudah mulai bermunculan, termasuk Adelia Chantika Aulia yang baru berusia 14 tahun.

“Kita regenerasinya oke sih sekarang. Udah banyak perenang-perenang muda yang muncul. Jadi aku sih berharap bisa dipertahankan. Jadi bisa ada terus regenerasinya. Itu kan yang penting sebenarnya,” ujar Siman menutup pembicaraan.

Dengan pencapaian gemilang selama kariernya, mulai dari empat emas SEA Games 2011, perunggu di Kejuaraan Akuatik Asia, hingga tampil di Olimpiade 2012, Siman Sudartawa kini bersiap menorehkan babak baru sebagai pembina bagi para penerusnya.