Top 12+ Makanan Indonesia dengan Nama Unik, Pernah Coba yang Mana?

12 Makanan Indonesia dengan Nama Unik, Pernah Coba yang Mana?

Apalah arti sebuah nama, pepatah itu boleh jadi melekat jika kita berbicara tentang banyak hal, termasuk soal makanan Nusantara. Menjumpai makanan Indonesia dengan nama unik adalah hal lumrah. Bahkan, nama itu bukan sekadar label identitas, melainkan narator cerita di baliknya yang juga memicu rasa ingin tahu.

Fenomena penamaan aneh dan kadang kontroversial boleh jadi merupakan strategi pemasaran yang mengundang penasaran khalayak. Apalagi, nama-nama itu tersematkan pada makanan tradisional yang mulai jarang dikonsumsi masyarakat modern.

Keanehan nama itu ternyata mampu menarik perhatian dan memiliki potensi viral yang tinggi. Perlu kamu tahu, penamaan makanan tradisional bernama “aneh” ini cenderung literal. Kuliner unik di Indonesia memakai analogi terdekat dari alam sekitar, bentuk fisik (visual atau tekstur), sosio-ekonomi, atau proses pengolahan sebagai deskripsi. 

Tak heran jika pilihan katanya mengacu pada fungsi atau kejujuran apa adanya bentuk, tekstur, maupun rasa makanan itu. Lantas, mana saja makanan khas Indonesia yang namanya unik? 

1. Nasi Kentut

Pernah dengar nasi kentut? Nama nyeleneh ini diperoleh dari bahan intinya, yaitu daun sembukan (Paederia foetida). Aroma daun ini saat diolah begitu menyengat sehingga bahasa setempat menyebutnya daun kentut.

Nasi dimasak dengan daun itu dan dibungkus daun pisang. Hasilnya, tercium aroma herbal dan rasa gurih yang khas. Nasi kentut asal Medan bisa kamu padukan dengan lauk pauk, seperti ayam goreng, pepes ikan, tumis sayuran, sambal, dan daun kentut sebagai lalapan.

2. Sate Lalat

Sate lalat khas Pamekasan, Madura dinamakan demikian karena tampilan fisiknya. Bukan terbuat dari lalat tentu saja, tetapi dari daging ayam atau kambing yang dipotong sangat kecil menyerupai lalat.

Meskipun begitu, rasa sate ini serupa sate Madura biasa. Sate lalat dihidangkan bersama bumbu kacang kental dengan nasi atau lontong. Harga per porsinya pun amat ramah di kantong sehingga bisa jadi pilihan makan enak tapi hemat saat tanggal tua.

3. Kue Ketawa

Kue ketawa bernama demikian berkat penampilan visualnya. Kudapan dari Pematangsiantar, Sumatera Utara ini berwarna cokelat dengan taburan wijen di atasnya.

Sekilas, kue ketawa mirip onde-onde, tetapi dengan bagian atas merekah mirip mulut orang tertawa. Walaupun mirip onde-onde, teksturnya berbeda. Kue ini cenderung keras tapi rapuh dan tidak mempunyai isian. Kue ketawa nikmat disantap sebagai teman minum teh atau kopi panas.

4. Sate Kere

Makanan Indonesia dengan nama unik selanjutnya adalah sate kere yang mudah dijumpai di Solo dan Jogja. Secara harfiah, nama ini berarti sate miskin lantaran penggunaan bahan utama yang tidak semahal daging atau ayam.

Bahan utama sate kere berasal dari ampas tahu (tempe gembus) atau lemak sapi (gajih). Sate kere mewakili kreativitas kalangan ekonomi rendah untuk tetap menikmati sate dengan harga murah dan rasa lezat. Kini, sate kere justru jadi buruan penikmat kuliner murah di Solo maupun Jogja.

5. Kerupuk Melarat

Menggoreng kerupuk biasanya memakai minyak. Namun, berbeda dengan kerupuk melarat asal Cirebon, Jawa Barat. Penamaan demikian karena kerupuk ini digoreng di dalam pasir panas yang sudah dibersihkan alih-alih minyak.

Bahan utama kerupuk ini serupa dengan kerupuk lain, yaitu tepung tapioka. Tampilannya menarik lantaran berwarna-warni cerah, tekstur renyah, dan rasa gurih. FYI, kerupuk melarat sudah ada sejak tahun 1960-an dan kini menjadi Warisan Budaya Tak Benda lho.

6. Mie Lendir

Kuliner unik di Indonesia berikutnya tentu saja mie lendir. Penamaan secara harfiah ini bermula dari tampilan kuah kacang yang disiram di atas rebusan mie kuning basah.

Kuah kacang ini kental mirip lendir. Telur rebus, bawang goreng, daun seledri, dan potongan cabai rawit menjadi pelengkap hidangan yang biasa jadi menu sarapan di Batam dan Riau.

7. Kue Tete (Kue Ape)

Mereka yang tumbuh besar di Jakarta tentu tidak asing dengan penjaja kue tete atau kue pepe. Jajanan khas Betawi ini dinamakan demikian karena bentuknya mirip payudara.

Bagian tepinya melebar dan renyah, sedangkan bagian tengahnya menonjol dan terasa lembut. Terbuat dari campuran tepung terigu, tepung beras, santan, gula pasir, dan bahan pengembang, ada kue tete original berwarna putih serta pandan yang tampak kehijauan.

8. Nasi Kucing

Makanan khas Indonesia yang namanya unik ini tentu familier di kalangan penikmat angkringan di Jogja, Semarang, dan Solo. Ya, nasi kucing selalu hadir di gerobak angkringan berdampingan dengan sate-satean dan gorengan.

Bernama demikian karena porsinya sangat kecil, menyerupai porsi makan seekor kucing. Dibungkus daun pisang, seporsi nasi kucing dapat berisi sambal dan lauk sederhana, seperti kering tempe, telur, atau ikan teri. Satu hal yang pasti, nasi kucing jadi andalan mahasiswa untuk mengisi perut kala dompet menipis.

9. Bubur Pedas

Bubur pedas atau bubbor paddas, nama aslinya, merupakan santapan orang Melayu Sambas, Kalimantan Barat yang berisi bubur, sayuran, dan rempah. Daun pakis, kangkung, jagung pipil, daun kunyit, kentang, dan daun kesum menjadi bahan dasarnya. 

Nah, rasa pedas tipis bubur ini bersumber dari lada yang disangrai bersama bumbu lain dan beras. Semangkuk bubur pedas lebih sedap disantap bersama ikan teri goreng, kacang tanah, jeruk, bawang goreng, dan kecap. Bubur pedas juga populer di tempat orang Melayu tinggal, seperti Sarawak, Malaysia, serta Tambelan, Kepulauan Riau. 

10. Urutan

Kita tidak sedang bicara bilangan karena makanan Indonesia dengan nama unik berikutnya memang disebut urutan. Inilah sosis tradisional Bali yang berasal dari daging, lemak, dan usus babi dengan cara pembuatan unik.

Berbeda dari sosis Barat, urutan menggunakan hasil rajangan daging dan lemak babi. Kemudian, base genep, bumbu khas Bali, ditambahkan sebelum adonan itu dimasukkan dalam usus babi sebagai pembungkus. Lalu, urutan melewati proses fermentasi selama 2–5 hari dengan cara dijemur di bawah sinar matahari. Urutan kerap hadir mendampingi hidangan lain, seperti sate babi dan lawar.

11. Udang Selingkuh

Udang selingkuh berasal dari sungai dan danau air tawar di kawasan pegunungan Papua, khususnya Lembah Baliem, Danau Paniai, dan Danau Tigi. Tubuhnya seperti udang, tetapi capitnya besar bak kepiting. Itu sebabnya warga lokal menyebut makanan ini sebagai hasil “perselingkuhan” atau persilangan udang dan kepiting.

Sejatinya, udang selingkuh termasuk lobster air tawar. Daging padat, lembut, dan berserat memiliki rasa gurih yang sedikit manis. Udang ini nikmat dimasak dengan aneka saus, direbus, atau dibakar.

12. Jalangkote

Rupa jalangkote mengingatkan kita pada pastel. Meski serupa, isian kudapan orang Bugis ini berbeda karena kulitnya lebih tipis dan renyah. Kebanyakan berisi bihun dan disajikan dengan cuka pedas yang encer.

Nama jalangkote berasal dari kata “jalang” atau jalan, dan “kote” yang berarti berteriak atau berkotek. Konon, dahulu kue ini dijual anak kecil yang berjalan kaki sambil berteriak-teriak, keliling dari satu rumah ke rumah lain. Jalangkote biasa dijumpai di Makassar atau beberapa kota di Kalimantan Timur yang banyak ditinggali suku Bugis.

Ternyata masing-masing daerah mempunyai makanan khas yang rasanya tidak menyeleneh seperti nama yang disematkan. Nama-nama tak biasa itu pun mewakili kekayaan kuliner Nusantara yang harus kita lestarikan bersama.

Jadi, dari 12 makanan Indonesia yang bernama unik di atas, mana saja yang sudah pernah kamu coba?