Ketika Kreativitas Chef Indonesia Menang di Kancah Global

Ilustrasi duck ballotine
Ilustrasi duck ballotine

Selama ini, dapur sering dianggap sekadar ruang kerja di balik layar tempat para juru masak bekerja diam-diam menciptakan kelezatan. Namun kini, dapur berubah menjadi panggung utama di mana kreativitas, tradisi, dan teknologi berpadu menghasilkan karya yang diakui dunia.

Dunia kuliner tak lagi bicara tentang resep semata, melainkan tentang ekspresi budaya dan keberanian bereksperimen. Transformasi ini makin terlihat dari semakin banyaknya koki muda Indonesia yang melangkah ke panggung internasional dan membawa semangat Nusantara ke meja makan dunia. Mereka tak hanya memasak, tetapi juga bercerita melalui bahan, rasa, dan teknik yang menjadi cerminan identitas bangsa.

Salah satu contoh keberhasilan tersebut datang dari The Apurva Kempinski Bali, yang baru saja membawa pulang empat penghargaan bergengsi di bidang kuliner dan minuman dalam ajang Asia Pasifik pada Oktober 2025. Salah satunya diraih oleh chef muda berbakat, I Wayan Nara Iswara, yang menjuarai Young Talents Escoffier Asia Pacific 2025 di Ho Chi Minh City, Vietnam.

Kompetisi Escoffier dikenal sebagai ajang prestisius di dunia gastronomi, di mana para koki muda terbaik dari seluruh Asia Pasifik diuji kemampuannya dalam teknik memasak klasik Prancis dan inovasi modern. Dalam ajang ini, Nara berhasil memukau para juri dengan hidangan duck ballotine yang disajikan dengan lobak, puding flan dua warna khas musim gugur, dan kentang pommes dauphines berlumur saus jus yang kaya rasa.

Sekilas, menu tersebut tampak sangat Prancis. Namun di baliknya, tersembunyi sentuhan khas Asia Tenggara, bahan-bahan lokal Vietnam yang diolah dengan rasa hormat pada prinsip haute cuisine klasik. Inilah bentuk kreativitas yang kini menjadi tren baru di dunia kuliner yaknu menggabungkan tradisi global dengan karakter lokal tanpa kehilangan esensi keduanya.

Pemenang Penghargaan Asia Pasifik di Bidang Kuliner dan Minuman

Pemenang Penghargaan Asia Pasifik di Bidang Kuliner dan Minuman

Sentuhan Lokal dalam Teknik Dunia

Kemenangan Nara bukan sekadar prestasi pribadi, melainkan bukti bahwa dapur Indonesia mampu bersaing di level dunia. Ia menjadi penerus langkah I Kadek Sumiarta, yang pada tahun 2024 juga memenangkan kompetisi yang sama dan bahkan melangkah hingga ke final global di Paris, meraih juara ketiga serta penghargaan Special Sustainable Prize berkat pengelolaan energi dan bahan pangan yang efisien.

Kedua chef ini sama-sama menunjukkan bahwa kuliner masa kini menuntut lebih dari sekadar rasa enak. Diperlukan kepekaan terhadap isu keberlanjutan, penghormatan terhadap bahan lokal, dan pemahaman mendalam terhadap filosofi masakan. Inilah bentuk baru dari conscious cooking,  memasak dengan kesadaran budaya dan tanggung jawab terhadap alam.

Di bawah bimbingan para maestro kuliner dunia seperti Chef Jean-Yves Leuranguer (Meilleur Ouvrier de France Cuisine 1996), Chef Yoan Mathy, dan Chef Ho Weng Kit (pemenang Bocuse d'Or), para talenta muda ini dilatih untuk menggabungkan presisi teknik Prancis dengan sentuhan Nusantara yang hangat dan ekspresif. Mentorship seperti inilah yang melahirkan generasi baru chef Indonesia: visioner, berani bereksperimen, namun tetap berakar pada identitas kuliner tanah air.

Selain Nara, ada juga Putu Egi Krisnawan, yang berhasil memenangkan Indonesia Best Sommelier Competition 2025 yang digelar di Jakarta. Egi bukan hanya ahli dalam menilai karakter anggur, tapi juga piawai menyajikannya sebagai pengalaman budaya. Kemenangannya mengantarkannya menjadi wakil Indonesia di ajang Association de la Sommellerie Internationale (ASI) tingkat Asia Pasifik dan dunia.  Tak berhenti di situ, rekan satu timnya, I Kadek Widiarta, juga berhasil meraih posisi runner-up dua tahun berturut-turut. Konsistensi ini menunjukkan bahwa kemampuan sommelier Indonesia kini berada di level yang diakui secara global. 

Pada kompetisi Campari Red Hands APAC 2025 yang diselenggarakan pada 20 Oktober 2025 di Bali, I Wayan Edi Arista dari Reef Beach Club meraih Juara Kedua dengan koktail khasnya, ‘Pusaka Americano’.  Kreasi ini merupakan penghormatan terhadap warisan Majapahit di Indonesia dan kampanye resor ‘Powerful Indonesia to the World’, yang menggabungkan elemen multi-sensori yang melibatkan kelima indra. Prestasi ini memposisikan Edi untuk kolaborasi di masa mendatang dengan acara-acara Campari Road Show di seluruh wilayah.