Dulu dan Sekarang, Begini Perubahan Besar Kereta Api Indonesia dari Zaman Kolonial hingga Era Modern

Kereta Api, kereta api, Kereta Api Indonesia, sejarah kereta api, sejarah kereta api Indonesia, sejarah kereta api dari masa ke masa, sejarah transportasi Indonesia, beda kereta api dulu dan sekarang, Dulu dan Sekarang, Begini Perubahan Besar Kereta Api Indonesia dari Zaman Kolonial hingga Era Modern, 1. Jalur Rel yang Dulu Lebih Panjang dan Luas, 3. Dari Tiket Calo ke Pemesanan Online H-90, 4. Pedagang Asongan Kini Digantikan Pramugara dan Pramugari, 5. Lokomotif Uap Berganti Mesin Diesel dan Listrik, 6. Jadwal Keberangkatan Kini Tepat Waktu, 7. Fasilitas Modern Setara Pesawat

Perjalanan panjang sejarah kereta api di Indonesia menyimpan kisah menarik, mulai dari masa kolonial hingga era digital saat ini. Dari cara membeli tiket, fasilitas gerbong, hingga mesin lokomotif, semuanya telah mengalami perubahan besar.

Buku “Mengenal Perkembangan Kereta Api dan Penerbangan di Indonesia” mencatat sejumlah perbedaan mencolok antara kereta api zaman dulu dan sekarang.

Inilah perubahan besar yang membuat pengalaman naik kereta api kini jauh lebih aman, nyaman, dan modern.

1. Jalur Rel yang Dulu Lebih Panjang dan Luas

Pada masa penjajahan Belanda dan Jepang, panjang lintasan kereta api di Indonesia mencapai 8.159 kilometer, tersebar di Pulau Jawa dan Sumatera. Seluruh jalur itu aktif digunakan untuk mengangkut penumpang dan barang.

Kini, jalur aktif hanya tersisa sekitar 3.300 kilometer, dengan 2.140 kilometer di antaranya membentang dari Banten hingga Madura.

Sebagian jalur dinonaktifkan karena kerusakan akibat bencana atau kalah bersaing dengan moda transportasi darat lainnya yang lebih cepat dan padat penumpang.

2. Penumpang Dulu Rela Duduk di Atap Gerbong

Risiko kecelakaan tinggi, namun banyak yang tetap nekat demi bisa sampai ke tujuan.

Kini, aturan perjalanan semakin ketat. Setiap penumpang wajib memiliki tempat duduk sesuai tiket yang dipesan. Tidak ada lagi kereta penuh sesak seperti dulu. Naik kereta api kini jauh lebih aman dan nyaman.

3. Dari Tiket Calo ke Pemesanan Online H-90

Kereta Api, kereta api, Kereta Api Indonesia, sejarah kereta api, sejarah kereta api Indonesia, sejarah kereta api dari masa ke masa, sejarah transportasi Indonesia, beda kereta api dulu dan sekarang, Dulu dan Sekarang, Begini Perubahan Besar Kereta Api Indonesia dari Zaman Kolonial hingga Era Modern, 1. Jalur Rel yang Dulu Lebih Panjang dan Luas, 3. Dari Tiket Calo ke Pemesanan Online H-90, 4. Pedagang Asongan Kini Digantikan Pramugara dan Pramugari, 5. Lokomotif Uap Berganti Mesin Diesel dan Listrik, 6. Jadwal Keberangkatan Kini Tepat Waktu, 7. Fasilitas Modern Setara Pesawat

Foto Mahasiswa Perkeretaapian Negara di Jawa tahun 1925

Sekitar tahun 1900-an, membeli tiket kereta bukan perkara mudah. Calo berkeliaran di stasiun menjual tiket dengan harga tinggi kepada penumpang yang tak ingin antre.
Kini, sistem telah berubah total. Tiket kereta dapat dipesan secara online hingga H-90 sebelum keberangkatan, baik melalui aplikasi KAI Access maupun mitra resmi lainnya.

Langkah ini tidak hanya memudahkan penumpang, tapi juga menghilangkan praktik percaloan yang dulu marak di area stasiun.

4. Pedagang Asongan Kini Digantikan Pramugara dan Pramugari

Di era 1980–1990-an, pedagang asongan dan pengamen bebas keluar masuk gerbong menawarkan makanan, minuman, hingga mainan. Suasana bising menjadi hal biasa di perjalanan kereta kala itu.

Kini, kereta api bebas dari pedagang asongan. Sebagai gantinya, tersedia pramugara dan pramugari kereta yang melayani kebutuhan penumpang, mulai dari makanan, minuman, selimut, hingga bantal.

Kenyamanan penumpang menjadi prioritas utama PT KAI dalam setiap perjalanan.

5. Lokomotif Uap Berganti Mesin Diesel dan Listrik

Dulu, klakson keras disusul dengan kepulan asap hitam pekat dari lokomotif uap menjadi pemandangan khas di setiap stasiun. Kini, pemandangan itu sudah langka.

Sebagian besar kereta api di Indonesia menggunakan mesin diesel dan tenaga listrik. Hanya beberapa lokomotif uap yang masih dioperasikan, itu pun untuk kereta wisata di sejumlah museum kereta api seperti di Ambarawa, Jawa Tengah.

6. Jadwal Keberangkatan Kini Tepat Waktu

Zaman dahulu, keterlambatan kereta menjadi keluhan utama penumpang. Kereta bisa telat hingga 1–2 jam akibat sistem persinyalan yang belum modern.

Sekarang, jadwal keberangkatan dan kedatangan kereta jauh lebih ketat dan akurat. Tidak ada lagi kereta yang menunggu penumpang terlambat. Sistem persinyalan telah diperbarui, dan waktu berhenti di stasiun kini maksimal hanya 5 menit.

7. Fasilitas Modern Setara Pesawat

Kereta api di masa lalu identik dengan kursi keras, kipas rusak, ventilasi pecah, hingga toilet yang kotor. Kini, semuanya berubah drastis.

Setiap kereta dilengkapi AC di semua kelas, kursi empuk, toilet bersih, restorasi makanan, hingga colokan listrik di tiap kursi.

Pelayanan ramah dari pramugara dan pramugari semakin melengkapi pengalaman perjalanan yang modern dan menyenangkan.

Sejarah panjang kereta api Indonesia menggambarkan bagaimana transportasi ini berkembang seiring kemajuan zaman. Dari lokomotif uap kolonial hingga kereta cepat Jakarta–Bandung, semuanya menjadi bagian penting perjalanan bangsa menuju modernisasi transportasi.

Beragam kisah dan peninggalan sejarahnya kini tersimpan di berbagai museum kereta api Indonesia, yang layak dikunjungi untuk mengenal lebih dekat perjalanan panjang moda transportasi legendaris ini.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.