Polisi Gelar Aksi Tak Terduga Buat Siswa dan Guru SMAN 72 Pasca Ledakan, Apa Itu?

Kondisi terkini di SMAN 72 Jakarta saat pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh
Kondisi terkini di SMAN 72 Jakarta saat pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh

Pendampingan tersebut melibatkan Suku Dinas Pendidikan Jakarta Utara 2, Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara, Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Jakarta Utara.

Selain itu, Tim Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) Kemendikdasmen, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), dan Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi).

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto mengatakan, kegiatan tersebut pun dilakukan untuk memastikan para siswa bisa kembali merasa aman dan tenang.

“Pendampingan ini penting agar anak-anak tidak trauma dan tetap semangat belajar. Kami pastikan Polri hadir bukan hanya dalam penyelidikan, tapi juga pemulihan,” kata dia, Selasa, 11 November 2025.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa mengikuti sesi komunikasi interaktif, permainan edukatif, dan konseling ringan yang dipandu tim psikolog gabungan.

"Pendekatan ini diharapkan dapat mengembalikan rasa percaya diri dan semangat belajar para siswa," kata Budi.

Dia menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polda Metro Jaya melalui program Jaga Jakarta untuk membangun lingkungan sekolah yang tangguh dan aman.

“Ini bentuk kolaborasi nyata. Kepolisian, pemerintah daerah, dan para psikolog bersinergi agar pemulihan berjalan menyeluruh,” katanya.

Untuk diketahui, ledakan yang terjadi pada Jumat, 7 November 2025, lalu itu mengakibatkan 96 orang mengalami luka-luka. Hingga kini, 32 korban masih menjalani perawatan di beberapa rumah sakit (RS).

Sebelumnya diberitakan, perawatan terduga pelaku insiden ledakan di SMAN 72, Kelapa Gading, Jakarta Utara, dipindahkan dari Rumah Sakit Islam Cempaka Putih ke Rumah Sakit Polri Kramatjati.

Langkah ini dilakukan untuk memudahkan proses pemeriksaan sekaligus memastikan pemulihan fisik dan psikis pelaku yang masih di bawah umur. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto mengatakan, tim penyidik akan lebih leluasa melakukan pemeriksaan terhadap terduga pelaku setelah kondisinya berangsur membaik.

“Memudahkan juga penyidik untuk bisa mendalami informasi. karena yang bersangkutan sudah dalam kondisi sadar. Apabila dalam perkembangan kondisi kesehatan semakin baik, itu akan lebih memudahkan penyidik untuk meminta keterangan,” kata Budi kepada wartawan, Senin, 10 November 2025.

Selain alasan teknis penyidikan, pemindahan juga dilakukan agar proses perawatan lebih aman dan terpantau langsung oleh tim gabungan yang telah dibentuk Polri.

Sebagai informasi, kejadian ledakan terjadi di SMAN 72 Jakarta saat melaksanakan shalat Jumat. Akibat kejadian ini, puluhan siswa harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.

Berdasarkan informasi dari Direktur Utama Rumah Sakit Islam Cempaka Putih, dr. Pradono Handojo pada Sabtu kemarin, sebagian besar korban mengalami gangguan pendengaran akibat tekanan ledakan yang cukup kuat.

Meski kondisi fisik para korban mulai membaik, ia menilai pemulihan mental justru menjadi tantangan terbesar pascakejadian.

"Seperti yang dikatakan representative KPAI, kami merasa pemulihan secara jasmani akan terjadi dengan cepat karena karakter anak-anak masih muda, kecuali pada bagian pendengaran yang sekitar dua pertiga mengalami gangguan pendengaran," ucapnya. (Ant)