Masa Depan Digital Indonesia Bukan Hanya tentang Teknologi
Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional, Microsoft Indonesia mengumumkan peluncuran tahun kedua Microsoft Elevate, sebuah inisiatif pelatihan kecerdasan buatan (AI) yang telah membekali lebih dari 1,2 juta peserta dengan keterampilan AI sejak diluncurkan pada Desember 2024.
Memasuki tahun keduanya, program ini fokus untuk memberdayakan para “pahlawan masa kini” yang mendorong inovasi AI berbasis manusia, dengan target melatih 500 ribu talenta bersertifikat AI—khususnya para pengajar, pemimpin organisasi nirlaba, dan tokoh-tokoh penggerak komunitas yang mendukung masyarakat sekitar melalui teknologi—pada 2026.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) Boni Pudjianto mengaku terus berinovasi menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang tangguh dan adaptif menghadapi tantangan era digital.
“Semangat belajar masyarakat terhadap AI terus berkembang dan bahkan telah tumbuh menjadi gerakan yang dipimpin langsung oleh para peserta dan komunitas yang mereka bentuk,” ungkapnya, Senin, 10 November 2025.
Di kesempatan yang sama, Arief Suseno, Elevate Skills Director, Microsoft, mengaku ingin melanjutkan momentum ini dengan tidak hanya meningkatkan jumlah partisipasi, tetapi juga menciptakan dampak yang lebih mendalam dan terukur.
"Fokus kami adalah membantu individu dan organisasi menerapkan keterampilan AI untuk menyelesaikan tantangan nyata serta mendorong transformasi bermakna di komunitas mereka," jelas dia.
Program ini dirancang dengan pendekatan 40 persen pembelajaran dan 60 persen praktik, dan memanfaatkan berbagai alat Microsoft seperti Copilot, Minecraft Education, serta platform lainnya untuk membantu peserta mengaplikasikan pengetahuan mereka secara efektif.
“Masa depan digital Indonesia bukan hanya tentang teknologi, tetapi tentang siapa yang membentuknya. Melalui Microsoft Elevate, kami ingin memastikan bahwa setiap orang—mulai dari guru di daerah terpencil hingga pembuat kebijakan di Jakarta—memiliki kesempatan untuk menjadi bagian dari transformasi ini," kata Arief.