Sosok Mochtar Kusumaatmadja, Pahlawan Nasional yang Kukuhkan Konsep Negara Kepulauan Indonesia

menlu sugiono, Pahlawan Nasional 2025, Mochtar Kusumaatmadja pahlawan nasional, Mochtar Kusumaatmadja dianugerahkan gelar pahlawan nasional, Sosok Mochtar Kusumaatmadja, Pahlawan Nasional yang Kukuhkan Konsep Negara Kepulauan Indonesia

 Presiden RI Prabowo Subianto resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Prof. Mochtar Kusumaatmadja, seorang tokoh hukum dan politik asal Jawa Barat yang dikenal atas jasanya dalam memperjuangkan konsep negara kepulauan bagi Indonesia.

Penganugerahan ini menjadi bentuk penghormatan negara terhadap dedikasi panjang Mochtar di bidang hukum laut dan diplomasi internasional.

Mochtar Kusumaatmadja lahir pada 17 Februari 1929 di Batavia, Hindia Belanda. Ayahnya berasal dari Tasikmalaya dan bekerja sebagai apoteker, sedangkan ibunya adalah cucu dari Bajuri Surawisastra, pemilik Pondok Pesantren Balerante Palimanan, Cirebon.

Latar belakang keluarga yang religius dan berpendidikan kuat membentuk karakter Mochtar sebagai sosok yang berdisiplin dan visioner.

Ia menempuh pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) dan lulus pada tahun 1955.

Setelah itu, Mochtar melanjutkan studi ke Yale University, Amerika Serikat. Di dunia akademik, ia dikenal sebagai salah satu tokoh penting di Universitas Padjadjaran (Unpad), di mana ia pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Hukum dan kemudian menjadi Rektor pada 1972.

Apa kontribusi besar Mochtar bagi hukum dan diplomasi Indonesia?

Sebagai seorang akademisi dan praktisi hukum, Mochtar Kusumaatmadja dikenal luas karena pemikirannya mengenai hukum laut.

Ia merupakan arsitek utama konsep Wawasan Nusantara yang memperjuangkan kesatuan wilayah laut Indonesia sebagai satu kesatuan utuh.

Pemikiran tersebut menjadi dasar bagi Deklarasi Djuanda tahun 1953 dan berujung pada pengakuan resmi dunia melalui United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) tahun 1982.

Selama berkarier di pemerintahan, Mochtar dipercaya menjadi Menteri Kehakiman pada periode 1974–1978 dan kemudian menjabat sebagai Menteri Luar Negeri (Menlu) pada 1978–1988 dalam Kabinet Pembangunan III dan IV era Presiden Soeharto.

Puncak prestasinya adalah diterimanya konsep Negara Kepulauan oleh dunia internasional dalam Konvensi Hukum Laut 1982.

menlu sugiono, Pahlawan Nasional 2025, Mochtar Kusumaatmadja pahlawan nasional, Mochtar Kusumaatmadja dianugerahkan gelar pahlawan nasional, Sosok Mochtar Kusumaatmadja, Pahlawan Nasional yang Kukuhkan Konsep Negara Kepulauan Indonesia

Mochtar Kusumaatmadja. Foto diambil pada 17 November 1978.

Bagaimana pandangan pemerintah terhadap penganugerahan ini?

Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyambut baik keputusan Presiden Prabowo yang menetapkan Mochtar sebagai Pahlawan Nasional.

Menurutnya, Mochtar adalah sosok yang sangat berjasa dalam meletakkan fondasi hukum laut Indonesia.

“Pak Mochtar merupakan orang yang berjasa, yang meletakkan landasan sehingga kita mengenal apa yang dinamakan UNCLOS saat ini,” ujar Sugiono usai pertemuan bilateral dengan Menlu Kroasia di Jakarta, Senin (10/11/2025) dikutip dari Antara.

Sugiono menambahkan, penetapan gelar tersebut adalah kebanggaan bagi Kementerian Luar Negeri karena Mochtar tidak hanya berperan sebagai diplomat, tetapi juga sebagai perumus konsep hukum internasional yang menguatkan posisi Indonesia di dunia.

“Kami akan lihat siapa lagi yang punya jasa besar dalam menjaga kedaulatan bangsa Indonesia dan meningkatkan hubungan luar negeri yang baik. Para diplomat terdahulu yang berkontribusi besar tentu akan kami usulkan juga,” tambah Sugiono.

Selain dikenal di dunia internasional, Mochtar juga menjadi tokoh kebanggaan masyarakat Jawa Barat.

Setelah wafat pada 6 Juni 2021 dalam usia 92 tahun, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan penghormatan dengan menamai Jalan Layang Pasupati di Kota Bandung menjadi Jalan Layang Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja pada tahun 2022.

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "".

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.