Siswa SMAN 72 Belajar Secara Daring, Psikolog Ikut Isi Materi

Setelah insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta, kegiatan belajar para siswa dilakukan secara daring.
Sebab, saat ini lingkungan sekolah masih disterilisasi oleh pihak kepolisian.
Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana mengatakan, sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) diterapkan pada siswa SMAN 72 Jakarta mulai Senin (9/11/2025) hingga kondisi di lingkungan sekolah dapat digunakan kembali.
Di sisi lain, prioritas utama saat ini adalah pemulihan mental siswa pasca kejadian ledakan, dengan pendampingan wali kelas dan psikolog.
PJJ Akan Diisi Wali Kelas dan Psikolog
Menurut Nahdiana, wali kelas dan psikolog akan mengisi materi pembelajaran di kelas dengan metode interaksi yang lebih dekat.
"Pembelajaran di kelas nantinya akan diisi oleh wali kelas dan psikolog dengan pembelajaran yang dikemas dengan memberikan ruang interaksi lebih dekat, seperti olahraga dan seni, agar anak-anak dapat pulih dan kembali merasa aman," ujar Nahdiana dalam keterangannya, Minggu (9/11/2025), dikutip dari Kompas.com.
Kemudian, orang tua atau keluarga siswa akan diberi arahan mengenai langka pemulihan anak-anaknya sebelum sebelum kembali belajar secara langsung di sekolah.
Selain itu itu, Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) juga turut memberi dukungan dengan menghadirkan mobil SAPA (Sahabat Perempuan dan Anak) di sekolah untuk memberikan kesempatan konsultasi.
Tak hanya untuk siswa, layanan ini juga dapat digunakan guru hingga warga sekitar yang terdampak ledakan SMAN 72 Jakarta.
"Kami akan menyiapkan dukungan psikolog untuk mendampingi anak-anak selama PJJ dan proses pemulihan di sekolah," imbuh Kepala Dinas PPA DKI Jakarta, Iin Mutmainnah.
67 Korban Sudah Pulang dari Rumah Sakit
Dilansri dari Antara, sebanyak 67 korban ledakan di SMAN 72 Jakarta, sudah pulang dari rumah sakit pada Sabtu (8/11/2025) malam.
Berdasarkan data di Pos Pelayanan di RS Islam Jakarta (RSIJ) Cempaka Putih di Jakarta, Minggu (9/11/2025), tercatat total terdapat 96 korban ledakan SMAN 72 Jakarta yang mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Sebanyak 67 pasien dinyatakan sudah keluar rumah sakit dan pulang ke rumah mereka masing-masing.
Sisanya 29 orang korban masih dalam perawatan di sejumlah rumah sakit di kawasan Cempaka Putih.
Untuk RSIJ Cempaka Putih, total ada 14 pasien yang masih dirawat. Kemudian di RS Yarsi ada 14 pasien yang masih mendapatkan perawatan medis. Serta, seorang pasien korban ledakan dirawat di RS Pertamina Jaya.
"Tadi ada masuk satu orang lagi, dia mengeluh soal pendengaran," kata salah satu petugas keamanan rumah sakit.
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul ""
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.