BPS: Pulau Jawa Masih Dominasi Perekonomian Indonesia, Kontribusi 56,68 Persen
Kelompok provinsi di Pulau Jawa masih mendominasi struktur perekonomian Indonesia secara spasial.
Hal tersebut diungkapkan Badan Pusat Statistik (BPS) ketika mempublikasikan laporan “Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan III 2025”, Rabu (5/11/2025).
Berdasarkan catatan BPS, kontribusi Pulau Jawa bagi struktur perekonomian Indonesia mencapai 56,68 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.
Di bawah Pulau Jawa, terdapat Pulau Sumatera yang memberikan kontribusi sebesar 22,42 persen, Kalimantan 8,02 persen, Sulawesi 7,36 persen, Bali dan Nusa Tenggara 2,83 persen, dan Maluku serta Papua 2,69 persen.
BPS juga menyatakan bahwa secara spasial perekonomian Indonesia pada triwulan III 2025 memperlihatkan kinerja pertumbuhan di sebagian besar wilayah.
Namun, hal tersebut tidak terjadi di dua provinsi, yakni Provinsi Papua Tengah dan Provinsi Papua Barat.
Kelompok provinsi di Pulau Sulawesi mencatat pertumbuhan tahunan (y-on-y) tertinggi sebesar 5,84 persen.
Pulau Jawa berada di urutan kedua dengan pertumbuhan 5,17 persen, Sumatera 4,90 persen, Bali dan Nusa Tenggara 4,71 persen, Kalimantan 4,70 persen, dan Maluku serta Papua sebesar 2,68 persen.
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Mencapai 5,04 Persen
Dikutip dari laman resmi BPS, perekonomian Indonesia berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku pada triwulan III 2025 tercatat mencapai Rp 6.060,0 triliun.
Sementara itu, PDB atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 3.444,8 triliun.
BPS juga mencatat ekonomi Indonesia pada triwulan III 2025 dibandingkan triwulan II 2025 tumbuh sebesar 1,43 persen.
Pertumbuhan tertinggi terjadi pada sektor Lapangan Usaha Pengadaan Listrik dan Gas sebesar 5,42 persen.
Dari sisi pengeluaran pada periode yang sama, Komponen Ekspor Barang dan Jasa mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 6,77 persen.
Jika dibandingkan triwulan III 2025 dengan triwulan III 2024, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,04 persen secara tahunan.
Sektor Lapangan Usaha Jasa Pendidikan mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 10,59 persen.
Kemudian, sisi pengeluaran pada perbandingan tahunan tersebut menunjukkan bahwa komponen Ekspor Barang dan Jasa mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 9,91 persen.
Secara kumulatif hingga triwulan III 2025, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,01 persen.
Dari sisi produksi kumulatif, Lapangan Usaha Jasa Lainnya mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 10,37 persen.
Sementara itu, dari sisi pengeluaran kumulatif, Komponen Ekspor Barang dan Jasa mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 9,13 persen.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.