Chery Masih Belum Tentukan Indonesia Jadi Basis Produksi di ASEAN

 Chery Group memiliki fasilitas perakitan di Malaysia, Thailand dan juga Indonesia. Namun dari antara ketiganya, RI disebut mau dijadikan basis produksi utama untuk negara lain.

Perlu diketahui saat ini Chery Group masih memanfaatkan pabrik milik PT Handal Indonesia Motor (HIM). Sementara informasi terkini soal pembangunan pabrik mandiri mereka masih belum jelas.

Namun dengan rencana investasi tembus Rp 5 triliun, fasilitas milik Chery nantinya diyakini memiliki kapasitas paling banyak. Lalu dapat mengakomodir kebutuhan domestik maupun pasar ekspor secara lebih leluasa.

Hal ini juga sejalan dengan permintaan Kementerian Perindustrian kepada Chery Group, agar Indonesia dijadikan basis produksi buat ekspor ke berbagai wilayah Asia Tenggara bahkan Australia.

Chery Tiggo Cross CSH

Menanggapi hal tersebut, pihak Chery Indonesia menegaskan bakal ada penyesuaian dilakukan oleh prinsipal untuk mengatur skema produksi ketika pabrik mandiri mereka di RI sudah rampung.

“Tentunya akan ada arrangement (dari prinsipal) di semua kawasan ASEAN, pengaturannya seperti apa. Kita belum putuskan seperti apa nanti skemanya untuk negara-negara ekspor,” kata Budi Darmawan, Country Vice President PR Chery Sales Indonesia (CSI) ketika ditemui di Jakarta beberapa waktu lalu.

Selain itu Chery Indonesia juga masih punya target untuk menjadi produsen Cina terbesar kedua di seluruh Indonesia. Mereka turut berhadapan langsung dengan merek ternama lain seperti BYD.

Jika dilihat data terbaru per September 2025, Chery Indonesia mencatatkan hasil positif dengan penjualan retail 2.102 unit.

Angka tersebut melampaui BYD di 2.036 unit sepanjang September 2025. Raihan tersebut bisa dicapai berkat produk-produk anyar Chery seperti Tiggo 8 CSH dan Tiggo Cross, tulang punggung penjualan mereka di dalam negeri.

First Impression Chery Tiggo 9 CSH

“Tentunya tidak akan tertutup kemungkinan kita juga akan jadi basis produksi untuk Australia,” tegas Budi.

Sebagai informasi pabrik Chery di negara lain seperti Malaysia juga sebenarnya memenuhi kebutuhan ekspor. Contohnya, pabrik Chery di Malaysia juga memproduksi buat keperluan ekspor unit setir kanan.

“Kami dari Chery Sales Indonesia menilai Indonesia itu market yang sangat potensial dan kami serius menggarap itu,” ucap Budi.