Masih Banyak Anak Indonesia Kesulitan Akses Pangan Bergizi, Sandiaga Uno: Saya Berharap...

Sandiaga Uno.
Sandiaga Uno.

 Isu gizi anak masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Indonesia. Di berbagai daerah, banyak anak yang belum mendapatkan akses terhadap pangan sehat dan bergizi secara cukup dan berkelanjutan. Padahal, gizi yang baik menjadi fondasi penting bagi tumbuh kembang anak, kemampuan belajar, dan masa depan generasi bangsa.

Dalam konteks inilah, Surplus 5K Charity Run 2025 digelar sebagai bentuk kampanye publik untuk mengingatkan pentingnya pemenuhan hak anak atas pangan bergizi. Acara ini diikuti oleh sekitar 150 peserta dan berhasil mengumpulkan donasi setara 200 porsi makanan bergizi yang akan disalurkan kepada anak-anak yang membutuhkan melalui Foodbank of Indonesia dan Yayasan Indonesia Setara. Scroll untuk info lengkapnya, yuk!

Kegiatan yang bertepatan dengan peringatan Hari Pangan Sedunia 2025 ini membawa pesan kuat bahwa masalah kelaparan dan gizi buruk tidak hanya berkaitan dengan kemiskinan, tetapi juga dengan kebiasaan dan pola konsumsi masyarakat.

Di Indonesia, food waste atau limbah makanan masih menjadi persoalan besar. Sementara banyak keluarga membuang makanan yang layak konsumsi, di sisi lain masih ada anak-anak yang kekurangan asupan bergizi setiap hari.

Advisor Surplus Indonesia, Sandiaga Uno, menegaskan pentingnya peran semua pihak dalam memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan hak dasarnya: makanan bergizi.

“Saya berharap Surplus bisa memberikan setiap langkahnya untuk mereka yang membutuhkan — adik-adik kita, anak-anak kita. Melihat masih banyaknya food waste, saya ingin mengajak semua pihak untuk mulai berpikir bagaimana kita bisa berdampak. Dengan dukungan semua pihak, kami ingin menjadi inspirasi bahwa kita bisa tetap sehat sambil memberikan dampak positif bagi people, planet, dan prosperity,” tutur Sandiaga dalam keterangannya, dikutip Jumat 7 November 2025. 

Sementara itu, CEO Surplus Indonesia, Agung Saputra, menekankan pentingnya kesadaran kolektif untuk mengatasi ketimpangan pangan di masyarakat.

“Surplus 5K Charity Run 2025 kami selenggarakan bukan hanya sebagai ajang olahraga, tetapi juga sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap isu pangan di Indonesia. Kami ingin menunjukkan bahwa setiap langkah kecil dapat membawa perubahan besar — dari menyelamatkan makanan, mengurangi emisi karbon, hingga memberikan akses makan bergizi bagi anak-anak yang membutuhkan,” ujarnya.

Data dari berbagai lembaga menunjukkan bahwa jutaan anak Indonesia masih berisiko mengalami stunting akibat kekurangan gizi kronis. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga pada kualitas hidup dan daya saing generasi muda di masa depan. Karena itu, inisiatif sosial yang menggabungkan olahraga, donasi pangan, dan edukasi lingkungan seperti Charity Run ini menjadi cara sederhana untuk menggerakkan kesadaran masyarakat.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Badan Pangan Nasional (BPN) serta Junior Chamber International (JCI) Jakarta yang turut mendorong partisipasi generasi muda dalam gerakan peduli pangan dan lingkungan.

Isu akses terhadap pangan sehat bagi anak-anak bukan hanya soal ketersediaan makanan, tetapi juga soal keadilan sosial. Banyak wilayah di Indonesia Timur dan pelosok pedesaan masih menghadapi kesenjangan distribusi pangan bergizi, baik karena faktor ekonomi maupun infrastruktur. Gerakan sosial seperti Surplus 5K Charity Run menjadi pengingat bahwa hak anak untuk tumbuh sehat harus menjadi perhatian bersama — pemerintah, swasta, dan masyarakat.

“Gaya hidup sehat dapat berjalan beriringan dengan aksi sosial dan pelestarian lingkungan. Setiap langkah, sekecil apa pun, bisa membawa perubahan besar bagi manusia dan planet kita,” tutup Agung.