Bukan AS, Ini Negara Sumber Kejahatan Siber Terbesar di Dunia
Selain itu, dalam beberapa tahun terakhir, Rusia juga kerap dikaitkan dengan serangan siber berskala besar yang menargetkan infrastruktur penting di berbagai negara. Kelompok peretas yang diduga memiliki afiliasi tertentu bahkan disebut mampu melancarkan serangan kompleks dengan dampak signifikan. Oleh karena itu, Rusia dipandang memiliki kapasitas teknis dan sumber daya manusia yang sangat kuat di bidang dunia maya, meskipun sering kali digunakan untuk tujuan ilegal.
Sementara itu, Ukraina menempati posisi kedua dalam daftar negara dengan tingkat cybercrime tertinggi. Negara ini masuk dalam kategori risiko tinggi berdasarkan indeks yang sama. Salah satu faktor utama yang mendorong tingginya aktivitas kejahatan siber dari Ukraina adalah kondisi geopolitik yang tidak stabil dalam beberapa tahun terakhir.
China kerap dikaitkan dengan berbagai aktivitas peretasan dan pelanggaran data berskala besar. Selain itu, beberapa laporan keamanan siber juga menyebut negara ini sebagai salah satu sumber utama serangan Distributed Denial of Service atau DDoS yang menargetkan sistem di berbagai belahan dunia. Dengan sumber daya teknologi yang besar, potensi serangan siber dari China dinilai sangat signifikan, baik dari sisi jumlah maupun kompleksitas.
Meski begitu, penting untuk memahami konteks di balik data-data tersebut. Tidak semua aktivitas siber yang terdeteksi berasal langsung dari negara terkait sebagai kebijakan resmi. Dalam banyak kasus, kejahatan siber dilakukan oleh individu atau kelompok independen yang memanfaatkan kelemahan sistem global. Selain itu, perbedaan antara negara sumber kejahatan siber dan negara korban juga perlu diperjelas.